Wartawan Sebut KPU Beltim Tebang Pilih Liputan Tahapan Pilkada? Ini Kata Ketua KPU Beltim

oleh -
Wartawan Sebut KPU Beltim Tebang Pilih Liputan Tahapan Pilkada, Ini Kata Ketua KPU Beltim (1)
Suasana di sekitar pintu masuk Auditorium Zahari MZ, saat Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Beltim berlangsung di dalam auditorium, Kamis (24/9/2020). Foto: Ist.

MANGGAR, JABEJABE.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Belitung Timur tidak memperbolehkan sejumlah wartawan meliput kegiatan tahapan pengambilan nomor urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Beltim di Auditorium Zahari MZ, Kamis (24/9/2020).

Merasa hak sebagai Jurnalis dibatasi, para awak media tuntut KPU Beltim berlaku adil dan minta maaf. Sebab, tanpa pemberitahuan dan sosialisasi kepada insan Pers di wilayah Belitung Timur, KPU tidak memperkenankan sejumlah awak media untuk meliput kegiatan tahapan kampanye.

Berdasarkan pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers (“UU Pers”), Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis uraian yang tersedia.

Pada dasarnya Pers mempunyai kemerdekaan dalam menjalankan profesinya. Untuk menjamin kemerdekaan Pers, Pers nasional mempunyai hal mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi (Pasal 4 ayat (3) UU Pers).

Ini berarti pers tidak dapat dilarang untuk menyebarkan suatu berita atau informasi jika memang hal tersebut berguna untuk kepentingan publik. Sayangnya KPU Beltim melarang Hak seorang Wartawan untuk meliput suatu kegiatan yang dianggap penting bagi informasi publik.

Wahyu, salah satu wartawan di Belitung Timur mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan sikap KPU Beltim yang tidak memperkenankan awak media meliput kegiatan tersebut. Menurutnya, KPU Beltim terlihat jelas tembang pilih saat memilih media yang meliput kegiatan tersebut.

“Tidak pernah saya mendapatkan informasi apapun terkait ini, kita ini media resmi, dan tidak diperbolehkan meliput kegiatan tersebut. Mereka (KPU Beltim) hanya memilih beberapa media saja, apa boleh media dipilih – pilih dalam kegiatan sifatnya untuk kepentingan Publik? Jujur saya kecewa! ” ungkap Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *