Gumay Minta Agar Wall Climbing FPTI Belitung Dianggarkan

by -
Gumay Minta Agar Wall Climbing FPTI Belitung Dianggarkan - a2

Melalui Anggaran Biaya Tambahan Tahun 2021

Penulis: */rel | Editor: Subrata

BELITUNG, JABEJABE.co – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Belitung, Syukri Gumay mengatakan pihaknya akan meminta Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Instansi atau OPD terkait untuk menganggarkan pembangunan sarana Wall Climbing (papan panjat) untuk Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Belitung.

Hal tersebut disampaikan Syukri Gumay saat menyikapi laporan dari Ketua Umum FPTI Kabupaten Belitung. Selaku anggota Komisi III DPRD Kabupaten Belitung yang membidangi Olahraga dan Mitra Dispora, pihaknya akan mencari solusi terbaik guna kemajuan Olahraga di Kabupaten Belitung.

“Insya Allah nanti, saya beserta rekan-rekan dari Komisi III akan meminta itu (wall climbing), untuk dianggarkan dalam ABT tahun 2021,” sebut pria yang akrab disapa Gumay ini melalui pesan Wa, Sabtu (22/5/2021).

Tiga Alasan Realisasi Sarana Panjat Tebing

Menurut Gumay, alasan pertama Pemerintah Kabupaten Belitung harus merealisasikan pembangunan sarana untuk Cabang Olahraga Panjat Tebing, karena Wall Climbing yang ada di halaman GOR Tanjungpandan sudah tidak layak lagi untuk digunakan.

“Alasan kedua, Wall Climbing dibangun pada gelaran Porprov Babel tahun 2006 lalu. Ketiga, atlit cabang olahraga panjat tebing di Kabupaten Belitung sudah menorehkan prestasi dengan meraih berbagai medali,” lanjut Gumay.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengakui jika permasalahan sarana Wall Climbing untuk FPTI Kabupaten Belitung, sudah pernah dibahas dengan instansi atau OPD terkait pada tahun 2020 lalu.

“Tapi kita memaklumi dengan keadaan pandemi Covid-19, namun semua itu bukan alasan karena olahraga merupakan kebutuhan setiap manusia, olahraga kesehatan tidak hanya melatih aspek jasmaniah, juga menjangkau aspek rohaniah dan aspek sosial,” ujar Gumay.

Ditambahkannya, dengan adanya sarana olahraga maka atlit bisa latihan dengan maksimal. Dengan demikian, jika atlit dan generasi muda lainnya telah menyibukkan diri dengan kegiatan Olahraga, maka akan terhindar dari pengaruh negatif di lingkungannya.

“Apalagi di saat pandemi Covid-19 sekarang ini, jangan sampai atlit yang sudah kita bina, terjaring lingkungan sosial dengan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Gumay.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *