Walaupun Red Zone, Belitung Masih Diminati Para Wisatawan

by -
Walaupun Red Zone, Belitung Masih Diminati Para Wisatawan
Percakapan via whatsapp seputar reservasi Paket Tour Belitung yang sempat ditolak oleh salah satu pelaku wisata di Belitung. Foto: istimewa.

Berikut Beberapa Saran Salah Satu Pelaku Wisata di Belitung untuk Gubernur Babel

MANGGAR, JABEJABE.co – Belitung sebagai daerah destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan kini sudah menjadi zona merah sejak adanya satu pasien positif mengidap Coronavirus (Covid)-19. Meski demikian, masih ada saja wisatawan yang ingin berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi ini.

Salah satu pelaku yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rilis kepada jabejabe.co, yang isinya berupa masukan kepada Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar mengambil kebijakan.

Pertama, ia berharap Gubernur Provinsi Kepualaun Bangka Belitung (Babel), Rezaldi Rosman untuk mengimbau agar seluruh Pelaku Pariwisata baik Hotel, Restaurant, Biro Tour, Agent Perjalanan, dan pelaku wisata lainnya untuk tidak menerima dan melayani setiap wisatawan yang datang ke Bangka Belitung.

“Imbauan ini setidaknya berlaku selama belum ada Pengumuman Resmi dari Pemerintah Pusat akan berakhirnya Pandemi Corona Virus Covid-19,” ujarnya kepada jabejabe.co, Jumat (3/4/2020).

Kemudian Kedua, pihaknya berharap Gubernur Babel memberi sanksi pencabutan izin usaha kepada hotel, restaurant, biro tour, agen perjalanan, dan pelaku wisata lainnya apabila terbukti melanggar himbauan yang diberikan.

Imbauan yang diharapkan dilakukan oleh Gubernur Babel ini bukan tidak berdasar. Apalagi saat ini masih banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Bangka Belitung untuk periode April dan seterusnya.

“Hal ini perlu menjadi perhatian karena kita tidak akan pernah tahu siapa yang menjadi carrier Covid-19 ini. Dan, mengingat Protokol Kesehatan yang dijalankan di Bandara atau Pelabuhan belum bisa menjamin 100 % tidak ada carrier Covid-19 yang masuk ke Bangka Belitung. Maka, dengan ini kami sangat berharap masukan di atas bisa menjadi pertimbangan untuk Bapak Gubernur Bangka Belitung,” harapnya.

Sebagai Pelaku Pariwisata, dirinya tidak ingin ada stigma negatif dari masyarakat Babel, bahwasanya sektor Pariwisata menjadi sektor yang berperan dalam mewabahnya Pandemi Corona Virus Covid-19 di Bangka Belitung dan dianggap berperan dalam timbulnya korban jiwa masyarakat Bangka Belitung akibat Pandemi ini.

“Bahkan, menurut informasi yang beredar di kalangan guide, salah satu tamu yang pernah ke Belitong tanggal 16-19 Maret, masuk rumah sakit tanggal 28 Maret, kemudian tanggal 3 April meninggal dunia serta diketahui positif mengidap virus corona,” ujarnya. (rel)

Editor: sue