Wakil Ketua II DPRD Belitung Curiga Hasil Uji Swab RSMJ, dan Pertanyakan Budget 12,5 Juta Rupiah Per Pasien Per hari

by -
Wakil II DPRD Belitung Curiga Hasil Uji Swab RSMJ, dan Pertanyakan Budget 12,5 Juta Per Pasien Per hari (2)

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung, Hendra Pramono SE mengaku curiga terhadap alat Swab PCR di RSUD Marsidi Judono (RSMJ) Kabupaten Belitung yang mengonfirmasi hasil berbeda dibandingkan dengan hasil uji swab UPTD Balai Labkes Provinsi Bangka Belitung, Rabu (5/8/2020).

Politikus Hanura ini sangat menyesalkan kenapa hasil rapid test dan hasil swab PCR yang ada di Belitung berbeda dengan yang di Provinsi. Hal itu tentunya membuat tanda tanya besar baginya terhadap RSMJ Kabupaten Belitung.

“Kenapa bisa terjadi seperti itu, saya sebagai wakil ketua II DPRD Kabupaten Belitung sangat curiga atas hasil Swab PCR antara pihak provinsi dengan pihak Kabupaten Belitung yang berbeda. Ada apa dengan hal ini,” katanya.

Ia pun menegaskan, tiga orang anggota DPRD Kabupaten Belitung yang disebut terpapar Covid-19 tersebut tidak sering bertemu, bahkan komisi serta komunitasnya saja semuanya berbeda.

“Mereka tidak pernah ketemu, ini tiga-tiganya disebut terpapar Covid-19, di situlah kecurigaan kami. Untungnya Pak JD datang ke Pangkalpinang dan mendapatkan data pembanding, hasilnya di provinsi dinyatakan negatif,” jelas pria yang akrab disapa Een ini kepada jabejabe.co melalui telepon seluler, Rabu (5/8/2020).

Bahkan, ia juga menduga alat yang ada di RSMJ Kabupaten Belitung saat ini tidak akurat untuk penanganan Covid-19. Ia juga menduga ada unsur kesengajaan, mengingat ada sejumlah uang yang tidaklah sedikit untuk perawatan satu pasien positif Covid-19.

“Mungkin kami menduga ini sengaja dibikin semuanya harus terpapar Covid-19, agar dana yang Rp.12,5juta perhari menjadi dasar untuk mereka keluarkan. Perlu diketahui untuk satu orang pasien Covid-19 itu Rp.12,5juta perharinya,” bebernya.

Tidak cukup sampai di situ, kecurigaannya terhadap hal tersebut juga berawal dari cluster Bangladesh. Yang mana, kata Een, untuk penyembuhan cluster Bangladesh, kenapa harus memakan waktu 51 hari.

“Kita contohkan dari cluster Bangladesh, untuk cluster Bangladesh itu sekitar 51 hari mereka positif, hampir 2 (dua) bulan mereka baru dinyatakan sembuh, padahal dari yang kita baca-baca di google, imun pada tubuh manusia itu untuk Covid-19 ini bisa mengatasinya di waktu 14 hari. Kenapa cluster Banglades sampai 51 hari, itu juga menjadi dasar kecurigaan kita,” tegasnya.

Sementara itu ia berharap kepada masyarakat untuk tidak terlalu mem-bully 3 (tiga) orang anggota DPRD Kabupaten Belitung ini. Karena hal ini bukanlah murni kesalahan mereka sebagai wakil rakyat melainkan adanya dugaan yang ia jelaskan di atas.

“Alhamdulillah pada hari ini, kami total 12 orang (rombongan DPRD) yang satu pesawat dengan JD saat berangkat ke Bangka, alhamdulillah kami dinyatakan negatif, termasuk JD negatif juga. Bahkan dari hasil tracking yang satu pesawat dengan JD lainnya ada sekitar 52 orang itu tidak yang menunjukan hasil reaktif pada rapid test,” terangnya.

Untuk itu ia harapkan kepada masyarakat Belitung agar tidak mencurigainya dan rekan lainnya sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung membawa Covid-19 ke Belitung.

“Ini nampaknya ada permainan di Rumah Sakit dr. Marsidi Judono ini, kami meminta pihak penegak hukum terkait untuk mengusut tuntas RSMJ ini. Atas itu kami di-bully dari masyarakat, itu yang kami khawatirkan sebagai wakil rakyat, padahal bukan salah kami,” tandasnya.

Untuk menjawab pernyataan di atas, jabejabe.co berupaya mengonfirmasi terkait perbedaan hasil swab PCR tersebut kepada Direktur RSUD Marsidi Judono, dr.Hendra melalui pesan whatsapp, Rabu (5/8/2020). Namun sayangnya dr. Hendra tidak berkomentar banyak akan hal tersebut.

“Maaf pak maslah ini akan ada penjelasan dari provinsi langsung,” tulis dr. Hendra kepada jabejabe.co.

Dan yang sangat disayangkan lagi, ketika ditanya mengenai adanya Rp.12,5juta untuk satu orang pasien positif covid-19 perharinya, dr. Hendra tidak membalas lagi pesan yang dilontarkan jabejabe.co.

Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh jabejabe.co sudah dilakukan sejak pagi tadi. Hingga sebelum berita ini ditayangkan malam ini, jabejabe.co masih berupaya melakukan konfirmasi, namun tak kunjung memperoleh jawaban. Meskipun status pesan whatsapp terbaca atau tulisan dengan warna biru.

Reporter: Faizal
Editor: sue