Virus Bukan Makhluk Hidup, Melainkan Molekul Protein Yang Jadi Parasit Pada Manusia

oleh -
Virus Bukan Makhluk Hidup, Namun Molekul Protein Yang Menjadi Parasit Pada Manusia - 1
Ilustrasi (net)

JABEJABE.co – Tahu nggak, ternyata virus bukan makhluk hidup. Virus adalah molekul protein yang dilindungi oleh lapisan lemak.

Bila menempel pada selaput lender, seperti di hidung, rongga mulut, dan mata, maka virus akan berubah struktur menjadi sel-sel penyerang dan pengganda.

Catat nih, Penyerang dan pengganda. Virus melakukan ini (serangan dan penggandaan) dengan cepat, begitu mendapat energi dari inang.

Asli, dia (virus) emang parasit. Virus tidak bisa hidup alias mati, tanpa inang. Dalam hal COViD-19, inangnya ya manusia.

Karena virus bukan makhluk hidup, maka virus tidak perlu dibunuh. Virus membusuk dengan sendirinya.

Adapun waktu penguraiannya tergantung pada temperatur, kelembaban, jenis bahan apa yang ditempeli.

Virus sangat rapuh, pelindung luar virus hanya satu lapisan tipis lemak.

Dan, tahu kan lemak hancur dengan apa? Jawabannya adalah Sabun, Alkohol, Klorin, dan Panas.

Alkohol pelarut lemak. Minimal dengan konsentrasi 65 % (persen).

Jadi jangan coba-coba membunuh virus dengan khamr atau minuman keras. Karena konsentrasinya kurang dan virus tak akan hancur. Apalagi kalau (minuman keras) diminum, yang ada malah hancurnya imunitas tubuh.

Molekul virus sangat stabil apabila berada di udara dingin, lembab, dan gelap.

Agar virus cepat hancur, buatlah lingkungan yang kering, tak lembab, hangat, dan terang.

Meski agak lembab, lingkungan di khatulistiwa yang panas dan terang sangat tidak ramah bagi virus.

Sampai sini faham ya? Kenapa harus #dirumahaja Tujuannya biar virus-virus tidak kesampaian mencari inang baru.

 

Penulis: Dr. Yulia Andani Murti (BHS)
Sumber: Akun Facebook Gugus Tugas Babel
Editor: sue

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Baca Juga:  Video: Investigasi Dampak COVID-19 Bagi Pelaku Usaha di Beltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *