Usai Sahkan 3 Perda, DPRD Belitung akan Usulkan 3 Perda Inisiatif di Tahun 2021

by -
Usai Sahkan 3 Perda, DPRD Belitung akan Usulkan 3 Perda Inisiatif di Tahun 2021 - A

Total Empat Perda Tahun 2020, Sisa Satu dari Empat Raperda akan Diparipurnakan November Ini

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung berencana mengusulkan 3 (Tiga) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif mereka pada tahun depan, yakni tahun 2021.

Ketua Bappemperda DPRD Kabupaten Belitung, Fendi Haryono mengatakan, untuk tahun 2020 ini akan ada 4 (Empat) Raperda yang disahkan, tiga diantaranya baru saja disahkan oleh Bupati dan tiga Pimpinan DPRD Kabuoaten Belitung melalui Rapat Paripurna.

Kemudian ada satu lagi yang merupakan Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Belitung dan akan segera diparipurnakan atau disahkan bersama pihak eksekutif dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Belitung pada November ini.

“Perda Inisiatif DPRD Kabupaten Belitung tahun ini ada 1 (Satu) yakni Raperda tentang penambahan jalan dan fasilitas umum lainnya. Perda ini insya Allah bulan ini difinalisasi dan diparipurnakan pada November ini. Jadi di tahun ini (2020) ada 4 (Empat) Perda yang akan disahkan dan diparipurnakan. Tadi (Kemaren, Red) 3 (Tiga) sudah jadi Perda, sedangkan yang inisiatif kami DPRD bulan ini akan kita paripurnakan,” jelas politisi Partai NasDem ini kepada jabejabe.co, Senin (2/11/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, kemungkinan untuk tahun depan, yakni Tahun 2021, pihaknya akan mengusulkan Raperda Inisiatif mereka sebanyak 5 (Lima) Raperda.

Lima Raperda tersebut yakni Raperda Pemberdayaan Perlindungan Koperasi dan Usaha Mikro, Raperda Sistem Kesehatan Daerah, Raperda Desa Wisata, Raperda Pelindungan Tenaga Kerja Lokal dan Raperda tentang Pembangunan Desa dan Kawasan Pedesaan.

Namun dikatakan Fendi, dari lima Raperda tersebut pihaknya akan memilih tiga yang terbaik dan paling bermanfaat untuk masyarakat.

“Tapi kami hanya memilih tiga saja untuk tahun depan. Kami juga ingin berkonsultasi dulu ke eksekutif mengenai Raperda ini. Kami pilih tiga Perda saja untuk tahun depan. Kita jangan hanya banyak bikin Perda tapi gak ada manfaatnya, yang penting Perda itu kan harus punya akses manfaatnya untuk masyarakat kita,” sebutnya.

Masih menurut Fendi, Raperda yang sudah disahkan menjadi Perda ini diharapkan pihak eksekutif untuk segera dijalankan dan juga segera disosialisasikan kepada masyarakat.

“Apalagi ada Perda pengalihan fungsi lahan itu. Nah, itu harus segera disosialisasikan agar jangan ada pengalihan fungsi lahan lagi yang tidak sesuai aturan, karna UUD yang mengatur sudah lama UUD tahun 2009. Makanya diperkuat lagi dengan peraturan daerah untuk alih fungsi lahan ini. Karna kita harus menjaga fungsi lahan kita sebagai lumbung pangan, itu harapannya disosialisasikan dan diinformasikan segera, ini tahun depan sudah harus berjalan,” jelasnya.

Reporter: Faizal
Editor: Sue