Untuk disimak, Camat Simpang Renggiang Vicon dengan Gubernur Babel Bahas Hal Ini

oleh -
Untuk disimak, Camat Simpang Renggiang Vicon dengan Gubernur Babel Bahas Hal Ini
Suasana di Aula Kantor Kecamatan Simpang Reggiang saat Vicon bersama Gubernur Babel yang dihadiri Camat Simpang Renggiang Rodi Rosadi, S.AP, yang didampingi Kasi Pemerintahan Kecamatan Simpang Renggiang, Herri Susanto S. STP, berserta pendamping desa, kepala desa, BPD, dan Kadus se Kecamatan Simpang Renggiang, Senin (20/4/2020). Foto: Istimewa.

SIMPANG RENGGIANG, JABEJABE.co – Camat Simpang Renggiang Kabupaten Belitung Timur, Rodi Rosadi S.AP, melakukan video conference (Vicon) dengan Gubernur dan Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Kepuluan Bangka Belitung (Babel) terkait dengan penanggulangan Coronavirus Disease (COVID)-19 ditingkat desa/kelurahan, Senin (20/14/2020).

Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Simpang Renggiang, Vicon bersama Gubernur Babel ini juga dihadiri Kasi Pemerintahan Kecamatan Simpang Renggiang, Herri Susanto S. STP, berserta pendamping desa, kepala desa, BPD, dan Kadus se Kecamatan Simpang Renggiang.

Seusai melakukan Vicon, Camat Simpang Renggiang melanjutkan rapat koordinasi hasil Vicon tersebut dengan kepala desa, BPD, kadus dan pendamping desa untuk menentukan skala prioritas, refosing anggaran dalam menentukan skala prioritas dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Hal ini (penentuan skala prioritas dan refosing anggaran) dilakukan dengan pengawasan sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan arahan Gubernur, Kapolda , dan Kajari dalam Vicon tersebut. Tujuannya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Camat Rodi.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Simpang Renggiang, Herri Susanto, S.STP, menekankan, agar posko relawan desa bisa berjalan dengan maksimal. Hal tersebut dilakukan agar pantauan terhadap masyarakat lebih optimal.

Di sisi lain, Alumnus IPDN tersebut juga berbicara terkait BLT yang disampaikan ke masyarakat. Dirinya berharap pendataan terhadap warga dilakukan secara berjenjang, mulai dari RT, kadus, dan seterusnya agar benar-benar tepat sasaran serta sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kemudian selaku pendamping desa di Kecamatan Simpang Renggiang, Muhaemin dan Fitry Octasari, mengajak agar desa bersama-sama melakukan pendataan berdasarkan hasil real dan sesuai kenyataan yang ada di lapangan.

Hal ini sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Mentri Desa PDTT No.6 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang prioritas penggunaaan dana desa tahun 2020.

Adapun inti perubahan dimaksud mengatur tentang penggunaan dana desa untuk:

  1. Pencegahan dan penanganan Covid-19;
  2. Padat Karya dan Tunai Desa (PKTD); dan
  3. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa).

Di pihak lain, Kades Aik Madu, Harnadi, berharap, agar adanya sinergitas berjenjang antar perangkat desa dengan tenaga kesejahteraan sosial masyarakat (TKSM) desa untuk mempermudah pendataan terkait mereka yang berhak menerima BLT. “Untuk menghindari hal -hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (rel/ary)

 

Editor: Subrata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *