Ungkap Isu di Belakang KONI Versus DPRD Belitung, Beliadi Sarankan Keduanya Transparan dan Komunikatif

by -
Ungkap Isu di Belakang KONI Versus DPRD Belitung, Beliadi Sarankan Keduanya Transparan dan Komunikatif (2)

BELITUNG, JABEJABE.co – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi, S.IP angkat bicara terkait permasalahan Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Belitung.

Hal pertama yang diungkapkan Beliadi adalah, kedua belah pihak harus lebih transparan dan komunikatif.

“Saya tidak merekam dengan jelas permasalahan ini dari A sampai dengan Z, namun jika sekilas perbandinganya akan ada,” kata Beliadi.

Misal, kata Beliadi, lihat dana KONI kabupaten kota yang lain. “Kita ini kan hidup bertetangga, musti ada kesesuaian dengan kabupaten kota yang lain yang ada di Babel,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Prov Babel tersebut.

Kemudian, menurutnya komunikasi yang baik harus terjalin antara DPRD dan KONI.

“Intelijen saya melihat ini. Ada komunikasi yang tidak jelas antara kedua belah pihak, dan ada muatan muatan orang-orang tertentu yang masuk lewat DPRD, yang tidak terklarifikasi dengan baik dan benar,” ujarnya.

Beliadi mengungkapkan info yang bererdar, ada sebuah kegiatan Cabor yang tidak dibantu KONI, yang katanya kegiatan tersebut diketuai salah satu dewan.

“KONI harus jelaskan benar apa tidak, terus kegiatan tersebut sebelumnya kegiatan agenda KONI atau bukan? Dananya ada apa tidak? bisa juga egois kerena tidak dibantu, lalu dana KONI di- stop, tidak di-accept (diterima),” kata Beliadi.

Ada pula info, lanjut Beliadi, KONI mengajukan dua kali anggaran yang sama, tapi tidak terkonfirmasi dengan baik. Lalu benar atau tidak, ada pula info KONI belum membayar honor, padahal pos anggaran sudah ada dan dana sudah dikasih.

Lebih lanjut menurut Beliadi, ada pula informasi bahwa ada beberapa dewan yang membawa urusan pribadi ke dalam urusan KONI. Kabar lain juga menyebutkan bahwasannya dana di Pemda sudah tidak ada lagi karena dialihkan ke penanganan Covid.

“Dan banyak lagi kabar-kabar beredar di luar. Saya pikir ini masalah komunikasi saja dan tidak dibuka dengan jelas sehingga terjadi sedikit kecarut-marutan seperti saat ini,” ujarnya.

Terlepas dari semua itu, Beliadi hanya meminta agar atlet tetap dilindungi hak-haknya dan agar atlet jangan sampai jadi korban, apalagi sampai patah arang gara-gara permasalahan tersebut.

“Saya optimis jalan keluar pasti didapat KONI Belitung, dan saya mengimbau agar masing-masing pihak sedikit melenturkan hati serta menanggalkan ego sektoral dalam masalah ini, agar solusi cepat didapat,” tutup Beliadi. (jb)

Editor: sue