Ujan-ujan Ne! Kopi Tanggar, Singkong Rebus dan Goreng Cempedik di Tebat Rasau

by -
Ujan-ujan ne! Kopi Tanggar, Singkong Rebus dan Goreng Cempedik di Tebat Rasau (2)

SIMPANG RENGGIANG, JABEJABE.co – Kopi tanggar dipadu dengan rebus singkong dan goreng ikan cempedik adalah salah satu menu andalan di Objek Wisata Alam Tebat Rasau Desa Lintang – Belitung Timur.

Menu ini memang sederhana tapi sangat nikmat, biasanya masyarakat lokal khususnya Desa Lintang menikmatinya di pagi hari sebagai menu sarapan.

Kopi tanggar adalah kopi hitam yang diracik dengan cara olahan sendiri oleh kelompok sadar wisata/Pokdarwis Lanun sedangkan ikan cempedik adalah ikan endemik yang hidup di sepanjang aliran Sungai Lenggang.

Tetap patuhi SOP new normal, wisatawan bisa berkunjung ke Objek Wisata Tebat Rasau untuk menikmati menu tersebut. Di samping menikmati menu ini, wisatawan juga bisa menikmati menu lainnya seperti gangan dan menu pelengkapnya.

Bahan utama pembuatnya (gangan) adalah ikan air tawar yang merupakan hasil tangkapan sendiri nelayan sungai di Tebat Rasau.

Kenormalan baru (new normal) pada sektor pariwisata diharapkan akan memulihkan kegiatan kepariwisataan di Belitung Timur. Hal ini akan berdampak pada kemajuan pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Belitung Timur.

English Version

Kopi Tanggar (special black coffee called Kopi Tanggar by local people) combined with singkong rebus (boiled cassava) and goreng ikan cempedik (fried cempedik fish) is one of the special menu in natural tourist destination Tebat Rasau.

The tourists who visit there can enjoy it. But, they must be able to obey the standard operassional procedure new normal for avoid the spread/outbreak corona virus disease/COVID 19.

Tebat rasau is the name of a swamp that has many rasau plants (pandanus helicopus), endemic fish that live in it and the life of river fisherman, located in Lintang Village – East Belitung Regency.

Sumber: Disbudpar Beltim
Editor: sue