Tak Pernah Mancing di Laut? Ini Tuturan Ayah dari Korban Tenggelam di Teluk Dalam

oleh -
Tak Pernah Mancing di Laut Ini Tuturan Ayah dari Korban Tenggelam di Teluk Dalam
Kolase, Kiri: Warga sekitar dan keluarga korban saat menyaksikan serta menunggu hasil pencarian dari tim. Kolase: Kanan: Tim Basarnas Pos Belitung saat melakukan persiapan dalam pencarian korban orang tenggelam di Teluk Dalam, Sabtu (5/2/2022). Foto: dx/jabejabe.co

Reporter: dx | Editor: sue

BELITUNG, JABEJABE.co – Hari kedua pencarian Ikhsan Zeviola (21), korban tenggelam di Perairan Teluk Dalam, Desa Juru Sebrang, Kecamatan Tanjungpandan dimulai pukul 08.00 WIB, Sabtu (5/2/2022) pagi.

Tim Basarnas Pos Belitung, Tagana, Polair Polres Belitung, dan BPBD Belitung menggunakan perahu karet serta dibantu warga menggunakan kapal nelayan.

Seperti di hari pertama sejak korban dikabarkan tenggelam Jumat (4/2/2022), di hari kedua pun banyak warga sekitar dan keluarga korban yang menyaksikan serta menunggu hasil pencarian dari tim.

Di antara warga dan keluarga, tampak ayah korban, Setiyo Prianggono juga harap-harap cemas atas nasib anak pertamanya tersebut.

Die ne ndak isak mancing di sinek [Laut], peranakan biasenye mancing di aik tawar. Baru inilah setau aku die mancing di daerah ini [laut], pertame kalilah. (Dia ini tidak pernak mancing di sini [Laut], anakku ini biasanya mancing di air tawar [danau]. Baru inilah setahuku dia mancing di daerah ini [Laut]),” ujar Setiyo.

Ayah Ceritakan Kronologis Hanyutnya Sang Anak

Diceritakan ayah korban, Setiyo, saat tengah memancing di Pantai Teluk Dalam, kerajut (tempat ikan) milik anaknya jatuh.

Ikhsan [Korban] ne sayang kan ikannye, pas kerajutnye jatuk, die ne nak ngambik kerajut itu, yang lah ade isik ikan hasil pancingan. (Ikhsan ini sayang dengan ikannya, ketika kerajutnya jatuh, dia mau ngambil kerajut itu, yang sudah ada isi [Ikan] hasil pancingan,” ujar Setiyo.

Serta merta, lanjut cerita Setiyo, Ikhsan pun terjun ke air untuk mengambil kerajut yang jatuh. Namun ketika sudah di air, korban Ikhsan langsung diseret arus menjauh dari tepian.

Karne ndak kuat agik berenang, lemas, Ikhsan besurak mintak tulong dengan kawan-e. (Karena tidak kuat lagi berenang, Ikhsan teriak minta tolong dengan kawannya),” tutur ayah korban.

Kemudian, lanjut Setiyo, kawannya yang bernama Tio nyusul [Ikut terjun ke air] berniat membantu korban, tapi karena Tio sudah tak kuat, akhirnya Tio berbalik ke bebatuan tempat mereka memancing.

Baca Juga:  Mandi di Kolong Selinsing Usai Nambang, Edi Dikabarkan Tenggelam

Setelah itu, menurut Setiyo, teman anaknya yang lain, yakni Viki juga terjun ke air untuk menyelamatkan korban, tapi apalah daya Viky pun sama, tidak kuat menentang arus laut lalu berbalik ke tepian.

Sempat Viky ne, sempatlah sampai dengan korban, tapi Viky ne lah lemas juak, mungkin bisa dikatakan korban la kan Viky, tapi telepas. (Sempat Viky ini, sempatlah sampai dengan korban. Tapi Viky sudah lemas juga, mungkin bisa dikatakan korban sudah dengan Viky, tapi terlepas),” ujarnya.

Selang beberapa detik atau dalam jarak kurang lebih 20 meter. karena sudah diseret arus air laut, korban sempat timbul, bahkan terdengar suara terakhir minta tolong, “Tolong Viky!”, namun Viky tak mampu berbuat lebih banyak.***

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.