Belitung Timur Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Laskar Egrang Challenge

oleh -
Belitung Timur Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Laskar Egrang Challenge
Suasana rapat persiapan even Laskar Egrang Challange 50 KM yang digelar di Ruang Rapat Bupati Beltim, Senin, (18/10/2021). Foto: Istimewa/ Prokom Beltim.

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ditunjuk sebagai tempat diselenggarakannya even Laskar Egrang Challange 50 KM pada Kamis, (21/10/2021) mendatang. Kegiatan ini merupakan rangkaian Pekan Olahraga Tradisional Nasional (POTRADNAS) ke VIII yang diselenggaran di Kabupaten Belitung.

Laskar Egrang Challange 50 KM ini terdapat 5 (Lima) zona dan jarak antar zona sepanjang 10 kilometer serta dilakukan oleh 5 orang secara estafet. Masing-masing menempuh 10 kilometer secara bergantian dan diiringi mobil pendamping.

Sedangkan untuk di Beltim sendiri terdapat tiga etape yang meliputi etape satu di Replika SD Laskar Pelangi, etape dua di MTS Muhammadiyah, dan etape tiga di Tebat Rasau.

“Jadi kita ini ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan even egrang ini, nanti kalau yang di Beltim ada tiga etape, etape satu di Replika SD Laskar Pelangi, etape dua di MTS Muhammadiyah dan etape tiga di Tebat Rasau,” ujar Bupati Beltim Burhanudin seusai menghadiri rapat persiapan even tersebut, di Ruang Rapat Bupati Beltim, Senin, (18/10/2021).

Penyelenggaraan even nasional tersebut biayanya murni dari Kementerian Kepemudaan dan Olahraga (Kemenpora) RI, akan tetapi menurut Burhanudin Pemkab Beltim tetap akan mendukung even nasional tersebut dengan fasilitas-fasilitas yang ada di Pemkab Beltim.

“Biayanya murni dari Kemenpora RI, tapi kita tetap dukung seperti tarian-tariannya, fasilitas kesehatan, keamanan, dan lain-lainnya” tuturnya.

Menurut Aan sapaan akrab Burhanudin, momen diselenggarakannya Even Pekan Olahraga Tradisional Nasional ke VIII yaitu Laskar Egrang Challenge 50 KM harus diambil guna mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa olahraga tradisional tersebut pernah dimainkan pada masa kecil dulu.

“Saya pikir momen ini perlu kita ambil agar masyarakat di kampong kita ini tidak melupakan olahraga yang pernah kita lakukan saat kita masih kecil dulu,” ucap Aan.***

Sumber: Prokom Beltim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *