Tolak ‘Indehoi’, Janda Muda ini Ditikam 3 Kali

by -
Tolak 'Indehoi', Janda Muda ini Ditikam 3 Kali - 2
Suasana press release tentang penangkapan pelaku tindak pidana percobaan pembunuhan berencana atau penganiayaan di Polres Belitung, Senin (8/6/2020) pagi.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Menolak berhubungan intim dengan laki-laki kenalannya, seorang janda muda anak dua ditikam 3 kali, Sabtu (6/6/2020).

Demikian dikatakan Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiyono, dalam press release tentang penangkapan pelaku tindak pidana percobaan pembunuhan berencana atau penganiayaan, Senin (8/6/2020) pagi.

Dikatakan Kapolres, pelaku yakni Martin alias Andre (34) tega menusuk wanita kenalannya itu, yakni Winda (21) dikarenakan tidak mau memuaskan nafsu birahi dari pelaku.

“Sebelum kejadian, korban dan pelaku ada perselisihan yang mana korban tidak mau diajak ke kontrakan pelaku untuk melakukan hubungan intim. Pelaku meminta terus-menerus untuk datang ke kontrakan pelaku yang ada di Tanjungpandan,” kata Kapolres, Senin (8/6/2020).

Tidak mau diajak ke kontrakan, pelaku kemudian menemui korban di Jembatan Martapura Jalan Aik Kelubi Dalam, Tanjungpandan, Sabtu (6/6/2020) sekira pukul 00.30 WIB. Dan, terjadilah penusukan setelah ada cekcok antara keduanya.

“Pelaku langsung menghampiri korban dan terjadi cekcok kemudian pelaku langsung mendorong korban hingga terjatuh. Kemudian pelaku menusuk korban dengan pisau sebanyak 3 (tiga) kali. Di bagian perut 2 (dua) kali dan paha 1 (satu) kali,” jelas Kapolres.

Mirisnya lagi, setelah menusuk korban pelaku juga mencabut kunci motor korban yang saat itu pergi bersama adik angkatnya. Lalu, pelaku pergi meninggalkan korban dan adiknya ke arah Belitung Timur.

“Kamudian adik angkat korban yang melihat, langsung membawa korban ke rumah sakit dan melaporkan kejadian ke Polres Belitung,” ujarnya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 340 KUHP junto pasal 53 ayat 1 dan pasal 35 ayat 1 KUHP.

“Sedangkan barang bukti yang kita amankan berupa baju pelaku, celana pelaku dan celana korban, serta sebuah motor yang digunakan pelaku. Dan untuk barang bukti berupa pisau dilempar, namun tidak ditemukan, karena saat itu pelaku mabuk dan tidak mengetahui di mana lokasi ia membuang pisaunya dengan perkiraan di jalan Tanjungpandan hingga Manggar,” tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diduga menolak cinta dari seorang laki-laki, Seorang janda muda beranak dua harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung.

Janda muda tersebut berinisial WN (21) warga Desa Pelempang Jaya, Tanjungpandan. Diduga, sang janda ditusuk oleh gebetannya karena menolak cinta laki-laki itu.

Menurut keterangan saksi, DK, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (5/6/2020) tengah malam di mana saat korban bersama saksi yakni DK (16) yang juga merupakan adik sepupu korban sedang nongkrong di sebuah jembatan di Jalan Martaputra Air Kelubi Dalam.

Saat tengah asik nongkrong tiba-tiba pelaku datang dan menemui korban WN. Entah apa yang merasukinya, tiba-tiba pelaku kesal lalu mendorong korban hingga terjatuh ke tanah.

Kemudian, kata saksi tersebut, setelah WN jatuh ke tanah, sebilah senjata tajam yang memang sudah disiapkan dan dipegang pelaku mengenai paha korban, sehingga korban mengalami robek serius di bagian paha.

Tak sampai di situ, dalam posisi terbaring di tanah, pelaku melanjutkan aksi buasnya hingga ke penusukan. Korban yang terjatuh dalam posisi telungkup itu, dibalikkan pelaku hingga posisi telentang. Setelah itu pelaku menikamkan kerambit yang disiapkan pelaku ke perut korban. Sehingga berlumuran darah dan mengenai usus korban.

Selesai melakukan aksi kejinya, pelaku masih sempat mencabut kunci motor korban dan langsung bergegas pergi.

“Saat berada di lokasi memang kita hanya bertiga, aku, kakakku dan pelaku. Posisinya aku hanya bisa diam dan tidak bisa teriak, biarkanlah kakakku yang kena, agar aku bisa jadi saksi dan melapor kejadian. Setelah itu, korban kabur dan mencabut kunci motor kami juga,” terang saksi.

Beruntungnya DK langsung berinisiatif menelpon rekannya untuk meminta pertolongan.

Diduga, kejadian berawal pelaku memendam perasaan suka, namun korban menganggap hanya teman.

“Korban ini pun sebenarnya memiliki perasaan kepada kakakku, namun Ia hanya menganggap sebagai teman saja,” katanya.

Informasi terakhir yang berhasil dirangkum media ini, Minggu (7/6/2020), saat ini korban WN dalam kondisi koma di RSUD dr. H. Marsidi Judono.

Reporter: Faizal
Editor: sue