Tolak Balak, Adat yang Diadatkan

by -
Tolak Balak, Adat yang Diadatkan

Oleh: Akhlanudin**

ADAT Yang Diadatkan adalah norma-norma, hukum-hukum yang menjadi kebiasaan kemudian disepakati dalam suatu permufakatan untuk dijadikan acuan dalam mengatur kehidupan masyarakat di suatu wilayah. Demikian pula halnya dengan upacara “Tolak Balak” yang diselenggarakan oleh Forum Kedukunan Adat Belitung dan Lembaga Adat Belitung, sebagai bagian dari tradisi adat “barik” orang Belitung.

Tolak balak berasal dari bahasa Melayu. Tolak atau menolak. Bala adalah musibah atau bencana. Dapat disimpulkan bahwa tolak bala adalah satu kompleks perlakuan bercorak ritual dengan tujuan menghindari kejadian buruk, sial, nasib tidak baik, atau apa saja yang tidak diingini berlaku kepada diri sendiri dan komunitas di masyarakat.

Dari segi individu, perlakuan itu mungkin tidak merupakan ritual, tetapi perlakuan mengawal, mengelak, maupun menyisih. Bala tadi, tidak saja bencana yang didatangkan oleh sesuatu tenaga asing atau luar, tetapi oleh nasib atau untung diri sendiri.

Seperti yang diuangkapkan oleh Bupati Belitung, “Ritual yang dilaksanakan di rumah adat itu merupakan wujud kearifan lokal dan tradisi adat masyarakat Belitung sebagai keturunan rumpun melayu”, dan tradisi kearifan lokal yang sudah turun-temurun ada di masyarakat Melayu Belitung merupakan suatu ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari segala marabahaya.

Konsep tolak bala dalam kepercayaan masyarakat Melayu bertujuan menghindar sial atau kecelakaan lebih diinstitusikan meneruskan beberapa ritual. Apabila terjadi suatu malapetaka, ia lebih merupakan upacara yang dilakukan berjadwal.

Dalam suatu ungkapan Melayu dikatakan tolak balak. Yakni menolak segala petaka menolak segala celaka menolak segala yang berbisa supaya menjauh dendam kesumat supaya menjauh segala yang jahat supaya menjauh kutuk dan laknat, supaya setan tidak mendekat, supaya iblis tidak melekat, supaya terkabul pinta, dan niat supaya selamat dunia akhirat.

 

**Ketua Dewan Kesenian Belitung 2014-2018