Tipologi Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur

by -
Desa Senyubuk

Desa Senyubuk, Salah Satu Desa Tertua dengan Priodesasi Sejarah yang Panjang

JABEJABE.co – DESA SENYUBUK adalah salah satu desa di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia.

Selain Desa Senyubuk, desa lain yang juga merupakan bagian dari Kecamatan Kelapa Kampit diantaranya Desa Mayang, Desa Pembaharuan, Desa Mentawak, Desa Buding, dan Desa Cendil.

Sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Belitung Timur, Desa Senyubuk mengalami beberapa periodesasi, yakni zaman sebelum pra kolonialisme, kolonialisme, hingga saat ini. Tak mengherankan, jika desa ini memiliki latar belakang sejarah yang panjang.

Geografis Desa Senyubuk

Total luas area Desa Senyubuk 636,468 hektar dan berjarak 1 kilometer dari ibukota Kecamatan Kelapa Kampit, serta 34,6 kilometer dari Ibukota Kabupaten Belitung Timur, Kota Manggar.

Sebelah Utara Desa Senyubuk berbatasan dengan Laut China Selatan, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Renggiang, Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pembaharuan, dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Mentawak.

Temperatur daerah di lingkup wilayah Desa Senyubuk cukup panas, yakni 32° Celcius.

Masyarakat Desa Senyubuk

  • Populasi

Hasil Pendataan Data Dasar Keluarga Tahun 2020, sebanyak 4.057 orang bermukim di Desa Senyubuk. Dari jumlah tersebut, 2.035 orang adalah laki-laki dan 2.022 adalah perempuan dan terdapat 1.395 Kepala Keluarga.

  • Pendidikan dan Pekerjaan

Pada tahun 2020, sebanyak 427 orang menyelesaikan pendidikan SD-nya, kemudian 305 memiliki jenjang pendidikan hingga SMP. 463 orang menamatkan pendidikan SMA, 89 orang Strata 1, dan 3 orang Strata 2.

Buruh Harian Lepas 432, Karyawan Swasta 340, Pensiunan PNS, Nelayan 68, Pegawai Negeri Sipil 66, Buruh Pertambangan 43, dan Pengusaha Kecil dan Menengah 44, serta profesi lainnya.

  • Etnis

Masyarakat asli di Desa Senyubuk didominasi oleh Etnis Melayu sebanyak 1.822 orang dan Etnis China sebanyak 32 orang. Selain itu, beberapa penduduk lainnya yang berasal dari luar Pulau Belitung diantaranya Etnis Jawa 70 orang, Nias 64 orang, Batak 18 orang, dan Sunda 11 orang, serta etnis lainnya.

Sejarah Desa Senyubuk

Pada tanggal 7 April 2019 pernah digelar seminar satu hari untuk memutuskan Hari Jadi Desa Senyubuk. Adapun hasil seminar satu hari tersebut memutuskan 7 April 1877 ditetapkan sebagai Hari Jadi Desa Senyubuk.

Dengan demikian, jika terhitung hingga kini, tahun 2021, usia Desa Senyubuk 144 Tahun. Desa Senyubuk tercatat sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Belitung Timur.

Penggalian sejarah mengenai hari jadi Desa Senyubuk didasarkan dari buku catatan sejarah Peta Tambang Staatsblad pada tahun 1887.

Buku peta tersebut dikeluarkan Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun tersebut yang mana menyebutkan tentang nama Desa Senyubuk yakni ‘Senjoebok’.

  • Aik Penyabok dan Sinyo Abok

Di versi lain, berdasarkan penuturan Kepala Kampong, Kik Bakti, asal usul nama Senyubuk atau dalam ejaan lama disebut atau tertulis Senjoebok berasal dari nama sungai kecil yang berada di Desa Senyubuk, yaitu Aik Penyabok.

Senyubok disebut-sebut berasal dari nama mata air yang sudah sejak dulu ada, letaknya tepat di belakang rumah Kik Bakti.

Namun demikian, ada juga mengatakan Senyubuk berasal dari sepasang nama anak Belanda ‘Sinyo’ dan anak keturunan etnis Tionghua ‘Abok’ yang tinggal di Desa Senyubuk, lama-kelamaan jadilah Senyubok.

Akan tetapi, khusus versi Sinyo dan Abok ini masih perlu dikaji kembali. Hal tersebut sebelum Belanda dan Cina datang, nama Senyubuk sudah ada.

Asal usul nama Desa Senyubuk pernah diangkat pada Toonel atau drama teather ‘Hikayat Senjoebok’. Toonel digelar pada puncak Festival De Senjobok II pada 18 Oktober 2019.

Senyubuk di Masa Kejayaan Timah

  • Bekas Rumah Tuan Kuasa

Bekas Rumah Tuan Kuasa atau Kepala Distrik, termasuk wilayah Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, yang terletak pada 02°41’43,0” Lintang Selatan dan 108° 04’41,9” Bujur Timur, dengan ketinggian 22 meter di atas permukaan airlaut. Menurut
informasi, Bekas Rumah Tuan Kuasa diapit oleh dua kamp pekerja, dan saat ini, bangunan tersebut tinggal sebagian fondasinya.

  • Gereja GPIB Maranatha

Gereja GPIB Maranatha termasuk wilayah Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, yang terletak pada 02°41’42,0” Lintang Selatan dan 108°04’42,9” Bujur Timur, dengan ketinggian 21 meter di atas permukaan airlaut.

Gereja GPIB Maranatha berhadapan dengan Bekas Rumah Tuan Kuasa yang dipisahkan oleh jalan raya.

Tambang Timah Kelapa Kampit berbentuk open pit (tambang dalam), termasuk wilayah Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, yang terletak pada 02°41’57,0” Lintang Selatan dan 108° 04’35,3” Bujur Timur, dengan ketinggian 42 meter diatas permukaan airlaut.

Di sekitar tambang terdapat Stoven atau menara yang berfungsi sebagai tungku smelter timah.

Stoven di Ki Karak dibangun pada tahun 1925. Open pit dan Stoven ini dulunya digunakan oleh perusahaan tambang bernama Australia BHP Biliton dari tahun 1971 sampai dengan 1985 (Sujitno, 2015:93).

Kemudian diteruskan oleh perusahaan Jerman bernama Preussag GmbH of Hannover sampai tahun 1989 (Sujitno, 2015: 282). Di kawasan area Open Pit terdapat sebuah gua bekas pertambangan dan sebuah danau yang terbentuk akibat aktivitas tambang.

Mineralisasi di Tambang Kelapa Kampit, terjadi jauh dari badan granit, di mana liquida berada dalam temperatur rendah dan mampu mengisi dari celah-celah dari host rock termasuk bedding plane (Soepriadi dkk., 2014:1-13).

Desa Senyubuk Sebagai Destinasi Wisata

Geosite Openpit Nam Salu terletak di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit, ± 42 km dari Bandara H.AS Hanandjoedin dan ± 35 km dari Kota Manggar ibukota Kab. Belitung Timur.

Untuk wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara yang ingin berkunjung ke Goesite Openpit Nam Salu, bisa melakukan reservasi paket-paket wisata yang dijual oleh pengelola geosite tersebut atau melalui Tour & Travel di Belitung.

Saat mengunjungi atau menikmati Paket Tour Geosite Openpit Nam Salu, akan dipandu oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Senyubok Berijo yang berkolaborasi dengan Bapopnas (Badan Pengelola Openpit Nam Salu).

Referensi

Muhammad Fadlan Syuaib Intan. Eksplorasi Geoarkeologi Belitung Timur, Provinsi Bangka-Belitung

belitungtimurkab.go.id

Pemdes Senyubuk: Laporan Potensi Desa Senyubuk Tahun 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *