Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Bukit Peramun Akan Bangun Kedai Herbal

oleh -
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Bukit Peramun Akan Bangun Kedai Herbal
Sepasang turis asal Jepang saat menikmati keindahan di Bukit Peramun. Foto: Subrata/Jabejabe News

SIJUK, JABEJABE.co – Sepanjang tahun 2019, sedikitnya 14 ribu wisatawan sudah menikmati keindahan Bukit Peramun, Desa Selumar, Belitung. Hal tersebut dikatakan Ketua Arsel Community, Adie Darmawan, kepada jabejabe.co, Jumat (28/1/2020).

Dari 14 ribu wisatawan itu, kata Adie, setengahnya merupakan wisatawan luar pulau Belitung, baik itu dalam negeri maupun luar negeri.

Namun demikian, kata Adie, kunjungan atas 14 ribu wisatawan pada 2019 merupakan penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Pria yang akrab disapa Adong ini harap maklum, karena Bukit Peramun bukan bagian dari mass tourism (destinasi wisata umum/terkenal) tapi special interest tourism (wisata minat khusus).

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Bukit Peramun Akan Bangun Kedai Herbal - 2
Adie Darmawan alias Adong (kanan), Ketua Arsel Community. Foto: Faizal/Jabejabe News

“Karena tidak semua orang yang bisa berwisata di Bukit Peramun, karena ini wisata minat khusus,” kata pria yang akrab disapa Adong ini.

Berangkat dari hal tersebut, Arsel Community baru-baru ini meluncurkan sebuah aplikasi yang dinamai PeramunHill di google Play Store. Aplikasi ini dapat mempermudah pengunjung menikmati berbagai keindahan di Bukit Peramun.

“Karena itu kita ada aplikasi Aplikasi PeramunHill. Aplikasi ini bagian dari upaya peningkatan pendapatan komunitas. Itu salah satu strategi kita, karena aplikasikan ada yang berbayar dan itu menjadi donasi kita untuk biaya operasional. Untuk meningkatkan pendapatan kita,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan pendapatan lebih dari pengolaan Bukit Peramun, karena selama ini hanya mengandalkan pemasukan dari kunjungan.

Diakui Adong, jika pihaknya hanya mengandalkan pendapatan dari kunjungan, maka hal tersebut tidaklah terlalu efesien. Untuk itulah mereka tengah berupaya membuat beberapa unit usaha lainnya.

“Tahun ini kita tidak pasang target (kunjungan). Karena bukan target kunjungan yang akan kita kejar, tapi target pembuatan sub unit usaha baru. Karena dengan unit usaha baru ini, kita bisa meningkatkan sumber pendapatan. Misalnya dalam waktu dekat kita akan membuat kedai herbal dan itu bukan di jalur lintas alam, tapi di jalur refleksi. Jadi lebih kepada menagemen di bawah ini bukan di atas,” jelasnya.

Baca Juga:  Resmi Mengudara, Pesawat Ber-livery Lets Go to Belitung Menjadi yang Kedua di Indonesia

Ia berharap dengan adanya dua unit usaha yang akan dikembangkan oleh komunitasnya, bisa menarik kaum milenial yang berkunjung ke Bukit Peramun.

“Harapan kita banyak kaum milenial yang berkunjung ke sini dan memanfaatkan aplikasi ini, karena kaum milenial cenderung dekat dengan teknologi. Kita punya harapan inilah (unit usaha) yang menjadi sumber ekonomi kita ke depannya. Karena kita ini sebagai perintis tapi ke depan tinggal tergantung kita bagaimana merancangnya,” pungkasnya. (fg6)

Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *