Hari Ini Himbauan, Esok Satlantas Beltim Tindak Kendaraan Knalpot Brong

oleh -
Hari Ini Himbauan, Esok Satlantas Beltim Tindak Kendaraan Knalpot Brong

MANGGAR, JABEJABE.co – Disinyalir timbulnya kembali para pengendara yang kendaraan berknalpot Brong (Knalpot Racing), mendapatkan perhatian khusus Jajaran Sat Lantas Polres Belitung Timur (Beltim).

Kasat Lantas Polres Belitung Timur AKP Sugraito, SH memberikan arahan kepada Kaunit Dikyasa Sat Lantas Polres Beltim, Bripka Giantara, SH, guna melaksanakan kegiatan himbauan Lalulintas terkait knalpot Racing.

“Sebagaimana kita ketahui, knalpot racing atau knalpot brong mengeluarkan suara yang bising dan mengganggu ketenangan banyak orang. Oleh karena itu banyak yang mempersoalkan keberadaan dan legalitas motor yang bising itu, karenanya Kepolisian lalulintas kembali gencar melakukan penertiban Knalpot tersebut,” ujar AKP Sugraito.

Melalui Bripka Giantara, Kasat Lantas juga melakukan himbauan Kamtibmas lalulintas untuk penjual knalpot racing agar tidak memperjual knalpot racing kepada para konsumen yang tidak sesuai peruntukan knalpot racing tersebut.

“Peraturan knalpot ini diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 07 tahun 2009,” ujar Ugit, sapaan Kasatlantas Polres Beltim.

Selain himbauan di toko-toko sparepart dan bengkel-bengkel kendaraan, Satlantas Polres Beltim juga menghimbau komunitas motor agar memberikan contoh yang baik sebagai pelopor keselamatan berlalulintas serta himbauan di sosial media dan media maen stream.

“Harapannya himbauan kami (Satlantas Polres Beltim) ini dapat sampai kepada para pengendara yang masih menggunakan knalpot brong tidak sesuai peruntukan dan aturan untuk dilepas,” kata Ugit.

Dijelaskan Ugit, dasar hukum Polri melakukan tindakan penegakan hukum ini berdasarkan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 7 tahun 2009.

Lebih lanjut disampaikannya, dalam lampiran II Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 7 tahun 2009. tersebut terdapat tabel yang menunjukkan bahwa sepeda motor dengan mesin bervolume hingga 80cc memiliki ambang batas kebisingan 77dB. Motor dengan mesin 80cc-175 cc ambang batas kebisingannya 80dB, sementara di atas 175cc adalah 83dB.

Peraturan Menteri itu pun, lanjut Ugit, menjadi rujukan dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan seperti tertuang dalam pasal 285 dengan Bunyi pasal tersebut adalah:

Baca Juga:  Idul Adha 1441 Hijriah, PT SWP Serahkan 11 Sapi Qurban ke 11 Desa di Beltim

“Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah),” tuntasnya. (*/)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *