Tim Gabungan Amankan Pemilik 4200 Butir Obat Bebas Terbatas di Jangkar Asam Gantung

by -
Tim Gabungan Amankan Pemilik 4200 Obat Bebas Terbatas di Jangkar Asam Gantung (1)
Anggota Sat Pol PP Beltim bersama pelaku (Tiga dari kiri - berbalik) dalam dokumentasi bersama barang bukti di Kantor Sat Pol PP Beltim, Kamis (27/5/2021). Foto: su3/jabejabe.co

Bupati Beltim Minta Diproses, Pemilik dan BB sudah Diserahkan ke Polres Beltim

Penulis: su3 | Editor: Subrata Kampit

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Satpol PP Belitung Timur (Beltim) bekerjasama dengan Sat Pol PP dan Badan Nasional Narkotika (BNN) Belitung mengamankan tak kurang dari 4200 butir obat bebas terbatas di kediaman pemilik berinisial HM (32) Jalan Jenderal Sudirman Desa Jangkar Asam Kec. Gantung, Kab. Beltim, Kamis (25/5/2021).

Adapun kronologi penangkapan, Kepala Seksi (Kasi) Opsdal Tibum, Nazirwan, SH, seizin Kasat Pol PP Beltim, menyebutkan pihaknya berkoordinasi dengan rekan-rekan ekspedisi yang ada di Kecamatan Gantung.

“Ketika barang ini (Obat bebas terbatas) datang, kami meminta agar pihak ekspedisi menelpon yang bersangkutan sekitar pukul 12.30 WIB. Tak lama kemudian pemiliknya datang mengambil. Selanjutnya, kami mengikuti terduga pelaku hingga kediamannya,” ujar Nazirwan.

Di lain tempat, rekan-rekan dari Sat Pol PP Beltim sudah berada di sekitar lingkungan rumah pemilik untuk mengawasi pergerakan-pergerakan terduga pelaku.

“Ketika pemiliknya sudah sampai di rumah, langsung kita lakukan penggeledahan terhadap paket kiriman yang diambil di ekspedisi tersebut sekitar pukul 13.00 WIB,” terangnya.

Dari penggeledahan tersebut, Tim gabungan menemukan 4000 butir obat bebas terbatas yang dimuat dalam 40 kotak kecil dan dikemas menjadi lima dus serta dikirimkan melalui salah satu perusahaan ekspedisi oleh wanita berinisial LN dari Tasikmalaya.

Sedangkan 200 butir merupakan stok yang ada di rumah pemilik saat dilakukan penggeledahan oleh Tim gabungan.

Menurut Nazirwan, dalam instruksi gubernur terkait penjualan obat-obatan, memang tidak mengatur sanksi hanya pemberian pembinaan terhadap mereka yang menjual dalam skala yang melebihi dari peraturan perundang-undangan.

Namun demikian, Nazirwan mmenyebutkan dirinya sudah berkomunikasi dengan Kasat Reskrim Polres Beltim selaku Korwas terkait dengan apa yang telah dilakukan.

“Kasat Reskrim Polres Beltim sudah menginformasikan ke rekan-rekan di Sat Narkoba untuk berkomunikasi dengan Satpol PP terkait penangkapan terduga pelaku hari ini,” kata Nazirwan.

Selain itu, saat menerima laporan terkait adanya peyalahgunaan ini, Bupati Beltim Burhanudin meminta agar ini diproses. Artinya, ini akan ditindaklanjuti Satpol PP Beltim. Dan, saat ini pihak Sat Pol PP Beltim masih melakukan pendalaman dengan berita acara.

Kemudian dari informasi yang diperoleh bahwa pembelian dalam skala besar yang dilakukan pemilik ini sudah berlangsung selama satu tahun.

“Jadi, penangkapan ini terkait dengan maraknya penjualan obat bebas terbatas yang bukan dijual di tempat yang semestinya, seperti di apotek atau toko-toko yang memiliki legalitas tertentu,” jelasnya.

Terkait kasus ini, pihak akan melimpahkan kasus ini ke Polres Belitung, bahkan hari ini juga pemilik dan barang bukti obat bebas terbatas tersebut sudah diamankan di Polres Beltim.

Pemilik Obat: Banyak dijual di market place, so why not

Sementara itu terduga pelaku HM saat ditanya wartawan mengaku tidak mengetahui bahwa jenis obat bebas terbatas yang diumaksud dilarang menurut perundang-undangan.

“Patokan aku obat ini banyak dijual di market place, so why not, kan nggak ada larangan. Dan juga paketnya di Jakarta ke sini kayak segitu, kalo misalkan itu barang larangan sudah pasti dijegal di sana di transportasi,” kilah HM.

Bahkan, HM menambahkan, ketika dilakukan penangkapan tersebut, barulah ia menyadari bahwa penjualan yang ia lakukan dilarang.
dijual orang-orang kolong

Dengan menjual satu strip berisi empat butir obat seharga Rp 5 ribu, HM mengaku memperoleh keuntungan sekira Rp 3 Juta. Tak hanya itu, HM juga menjual dua jenis minuman gelas yang diduga sebagai pencamur obat tersebut.

Lintas Kelembagaan Ungkap Peta Penyalahgunaan Narkoba dan Obat-obatan Terlarang

Terkait dengan kegiatan yang dilakukan bersama Tim Gabungan, Kepala BNN Belitung Nasrudin mengatakan pihaknya melakukan back up personil terhadap operasi yang dilakukan Sat Pol PP Beltim.

“Jadi kita sifatnya support saja dan hanya membantu. Karena jika itu memang benar adanya, kita tetap punya kewajiban moril untuk itu,” ucap Nasrudin.

Paling tidak, lanjut Nasrudin, karena BNN dalam hal ini memiliki tugas rehabilitasi, artinya jika banyak penyandu dan penyalahguna, nantinya bisa bersinergi dengan BNN.

Namun demikian, ia menilai Kegiatan ini menjadi sebuah gambaran yang bagus, yakni sinergitas antara lintas kelembagaan dalam mengungkap peta permasalahan penyalahgunaan Narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Meskipun sebenarnya obat ini tidak terlarang dan dijual terbatas. Tapi, ketika obat ini difermentasi dengan cara dia (ala penyalahguna) akhirnya menjadi konsumsi yang disalahgnakan,” tuntasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *