Tiba di Belitung, Juru Mudi Kapal dari Jakarta Terkonfirmasi Covid-19

by -
Tiba di Belitung, Juru Mudi Kapal dari Jakarta Terkonfirmasi Covid-19 (2)

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Dari Jakarta dan tiba di Belitung pada 1 Agustus 2020, seorang juru mudi Kapal BM II positif Covid-19. Juru mudi kapal tersebut berinisial BPY laki-laki berusia 47 tahun.

Hal tersebut berdasarkan keterang Bupati Belitung, H. Sahani Saleh dalam press release-nya, Senin (3/8/2020). Dikatakannya, setelah sampai di Belitung pada 1 Agustus 2020 terhadap pasien 1295 (BPY) dilakukan pemeriksaan rapid test oleh Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpandan, dan didapatkan hasil papid test reaktif.

“Karena kondisi pasien mengalami gejala batuk, selanjutnya pasien dirujuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung untuk dilakukan Swab PCR,” kata pria yang akrab disapa Sanem ini.

Lebih lanjut, Swab PCR kesat dilakukan pada 2 Agustus 2020 lalu, sample dikirimkan ke Laboratorium Biomedis RSUD H. Marsidi Djudono Kabupaten Belitung untuk dilakukan uji PCR dengan alat TCM dan hasil tes dinyatakan negatif.

Kemudian, pada 3 Agustus 2020, kembali dilakukan pengambilan swab kedua oleh Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung guna pemeriksaan kembali ke Laboratorium Biomedis RSUD H. Marsidi Djudono Kabupaten Belitung, dan didapatkan hasil tes Swab kedua yang dinyatakan atau terkonfirmasi Positif Covid-19.

“Dengan hasil tersebut, maka pasien 1295 adalah pasien konfirmasi positif Covid-19 ke-23 (Dua Puluh Tiga) di Kabupaten Belitung. Diinformasikan pula bahwa terhadap Pasien 1295 setelah mengetahui rapid test dengan hasil Reaktif sampai keluarnya hasil Uji PCR, telah dilakukan isolasi di Pusat Karantina SKB-Tanjungpandan Belitung,” jelas Sanem.

Sementara itu, lanjutnya, untuk kondisi klinis pasien 1295 adalah batuk, sehingga dikategorikan sebagai pasien konfirmasi positif Covid-19 gejala ringan. Dan, sesuai dengan pedoman penanganan Covid-19 terkini, pasien harus menjalani isolasi selama 10 (Sepuluh) hari ke depan, ditambah 3 (Tiga) hari bebas gejala klinis batuk.

“Jadi minimal hari perawatannya adalah 13 (tiga belas) hari, dan apabila dalam 10 (Sepuluh) hari isolasi ditambah 3 (Tiga) hari gejala klinis hilang, maka dapat langsung dinyatakan sembuh tanpa perlu dilakukan uji PCR follow up ulang,” bebernya.

Namun demikian, jika gejala klinis belum hilang, maka terhadap pasien tersebut akan dilakukan penambahan waktu isolasi.

“Dan tidak henti-hentinya saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, melindungi diri dan keluarga dengan menerapkan protokol kesehatan dengan seksama. Jangan lupa memakai masker/pelindung diri, menjaga jarak, rajin mencuci tangan serta jangan suka berkerumun. Hal ini penting untuk dipatuhi bersama agar setiap hari pasien positif Covid-19 tidak terus bertambah, dan masyarakat Belitung menjadi semakin sehat pastinya,” harapnya.

Reporter: Faizal
Editor: sue