Test The Water

oleh -
Test The Water

Oleh: Miftahudin Abussama*

JABEJABE.co – Maraknya TI (Tambang Inkonvensional) Rajuk Ilegal yang beroperasi di Perairan Munsang Sijuk Kabupaten Belitung tidak bisa semata-mata kita lihat dari satu arah kacamata kuda atau aspek kesulitan ekonomi masyarakat di tengah Pandemi Covid 19. Tetapi, kita juga harus melihat di sana ada biaya koordinasi yang mengalir ke para oknum yang akan “mengamankan” keberlangsungan aktifitas tersebut dan kita juga harus melihat adanya pihak swasta yang diduga menikmati atau menampung biji timah dari penambang TI Rajuk Ilegal ini.

Sehingga, dari kacamata ini seharusnya pihak penegak hukum harus bertindak secara terukur dan professional dalam menegakkan aturan, jika tidak ingin citra lembaga menjadi tidak baik.

Berkaca dari kejadian beberapa tahun yang lalu, ketika KIP (Kapal Isap Produksi) Kamila masuk ke perairan Pulau Belitung dan kemudian rencana Eksploitasi Perairan Pulau Belitung mengemuka maka ketika munculnya TI Rajuk Ilegal di Perairan Munsang ini kita patut mewaspadai dan menduga bahwa ini tidak sekedar aktivitas Tambang Ilegal saja. Tetapi kita harus melihat dari kacamata lain kalau ini adalah semacam Test The Water untuk masuknya penambangan laut di Belitung Timur.

Dalam literatur komunikasi-jurnalistik, istilah Test The Water yang dalam pengertian Bahasa Inggrisnya Judge people’s feelings or opinions before taking further action memiliki terjemahkan menilai perasaan dan opini publik sebelum mengambil aksi lebih lanjut.

Karenanya, kita patut menduga jika pihak-pihak yang berada di belakang kelompok TI Ilegal Munsang ini adalah pihak-pihak yang sama yang ingin “bermain” di Perairan Olivier Kabupaten Belitung Timur.

TI Rajuk Ilegal Munsang ini juga bisa kita duga dijadikan sebagai tolak ukur tentang seberapa besar skala perlawanan yang akan muncul untuk menolak aktivitas ini sehingga ini akan menjadi acuan ketika nantinya wacana Penambangan Laut di perairan Olivier Kabupaten Belitung Timur mengemuka kembali.

Oleh sebab itu saya serukan kepada semua saudara-saudari yang ada di Pulau Belitung untuk tetap semangat, tetap bersatu, mari tetap menjadikan Laut Kita bebas dari Tambang Laut, karena laut adalah masa depan kita bersama setelah daratan kita semakin menyempit akibat penambangan dan perkebunan skala besar.

*) Aktivis Penolakan Tambang Laut Penggerak Aliansi Nelayan Pulau Belitong Bersatu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *