Pengantin Baru Tersangka Pemalsuan Surat PCR RS Utama Diancam 6 Tahun Kurungan

by -
Pengantin Baru Tersangka Pemalsuan Surat PCR RS Utama Diancam 6 Tahun Kurungan
Tersangka saat diamankan di Mapolres Belitung. Tampak dua anggota Polisi saat menunjukkan barang bukti berupa Surat PCR palsu. Foto: mdx/jabejabe.co

Tersangka Pemalsuan Surat PCR RS Utama Sudah Ditahan dan Akan Diproses Menurut Perundang-undangan yang Berlaku

Penulis: mdx | Editor: su3

BELITUNG, JABEJABE.co – Pria berinisial NFN asal Kota Bandung Prov. Jawa Barat yang pada hari Minggu (5/9/2021) mengadakan acara pernikahan di Desa Pelepak Pute Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, kini harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Pasalnya, pengantin baru usia 29 Tahun tersebut diduga kuat melakukan pemalsuan surat Polymerase Chain Reaction (PCR) Rumah Sakit Utama Belitung.

Kabag Ops Polres Belitung Kompol poltak ST purba, SIK seizin Kapolres Belitung mengatakan, NFN yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 263 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 6 Tahun kurungan.

“Saat ini tersangka sudah ditahan di Mapolres Belitung dan diproses menurut perundang-undangan yang berlaku,” ujar Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Poltak, Selasa (7/9/2021).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebelas surat PCR yang dipalsukan, diketahui dari analis labor Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin selaku pihak yang memverifikasi data hasil PCR.

Surat PCR palsu tersebut berasal dari NFN saat bersama kerabatnya ingin bertolak dari Belitung ke Jakarta serta bermaksud pulang ke Bandung.

Petugas KKP Hanandjoeddin kemudian menanyakan benar tidaknya pihak Rumah Sakit (RS) Utama telah mengeluarkan Hasil PCR atas nama Jojo Suparjo dan kawan-kawan. Setelah itu pihak RS. Utama melakukan pengecekan data pasien, ternyata pasien tersebut tidak terdaftar di RS. Utama untuk melakukan Tes PCR.

Kemudian pada saat pihak RS. Utama melakukan penyesuaian data hasil PCR tersebut, terdapat beberapa kejanggalan, yaitu format hasil PCR berbeda dengan yang dikeluarkan oleh RS. Utama.

“Alamat di Kop Surat, Tanda Tangan Petugas, Tanda Tangan Dokter, dan Stempel hasil tersebut berbeda atau palsu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Belitung Iptu Edi Purwanto.

Mengetahui hal ini, pihak RS Utama yang diwakili Saudari Yeni Wahyuni melaporkan perkara pemalsuan surat PCR ke SPKT Polres Belitung dengan nomor laporan: No. Pol: LP/ B-067/ IX/ 2021/ BABEL / RES BELITUNG tanggal 06 September 2021.

Sementara itu terkait motif pelaku dalam tindak pidana pemalsuan ini, menurut Iptu Edi saat akan melaksanakan pernikahan ke Belitung pada tanggal 4 September 2021, pelaku beserta 10 orang lainnya menggunakan PCR asli.

“Saat masih di Bandung (Sebelum berangkat ke Belitung), pelaku membuat dokumen pendukung (PCR) untuk melakukan keberangkatan (Kepulangan) dari Belitung ke Jakarta dan digunakan untuk kembali ke Bandung dengan cara mencari di internet dengan alamat www.rs-utama.com,” jelasnya.

Dijelaskan Iptu Edi, alasan pria yang bekerja di salah satu BUMN ini melakukan tindak pemalsuan surat PCR tersebut dikarenakan terdesak biaya tes PCR yang relatif mahal, serta ingin mengikutsertakan keluarganya untuk menghadiri acara pernikahan dirinya.

Kemudian terkait kronologi pemalsuan surat PCR, diketahui bahwa pada hari Jumat sekira pukul 22.00 WIB, pelaku NPN mencari referensi foto hasil PCR yang dikeluarkan RS Utama Tanjungpandan. Kemudian ia menemukannya dari internet. Setelah itu membuat PCR palsu yang selesai pada Sabtu (4/9/2021) sekira pukul 00.15 WIB.

NPN juga memberikan cap RS. Utama di seluruh hasil PCR, yang mana sebelumnya telah memesan cap RS. Utama di Jalan Depati Ukur Bandung pada Kamis (2/9/2021) dan diambil keseesokan harinya, Jumat (3/9/2021).

Selanjutnya pada hari Sabtu, (4/9/2021) NPN beserta saudaranya berangkat ke Belitung dan menginap di Hotel Santika. Pernikahannya sendiri berlangsung di Desa Pelepak Pute Kecamatan Sijuk.

Setelah menemukan contoh dokumen tersebut, pelaku membuat sendiri melalui handphone, setelah itu di-print out, dicap, serta tanda tangan pihak yang bersangkutan (RS.Utama) dibuat pelaku sendiri.

Kini, guna penyelidikan lebih lanjut, pihak Kepolisian Resor Belitung sudah mengamankan barang bukti berupa 11 (Sebelas) surat hasil PCR yang diduga palsu. Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, gelar perkara, dan pemeriksaan pada tersangka.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.