Niatnya Legalisir Malah Terendus Ijazah Palsu, Psst Harganya Jutaan..

by -
Niatnya Legalisir Malah Terendus Ijazah Palsu, Psst Harganya Jutaan. (2)
Juhri, S.Pd.I

BELITUNG, JABEJABE.co – Niat hendak melegalisir ijazah, justru disinyalir bakal terseret ke jalur hukum. Usut punya usut ternyata ada oknum yang diduga melakukan pemalsuan ijazah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Juhri, S.Pd.I saat ditemui jabejabe.co membenarkan bahwa ada penemuan ijazah palsu tersebut.

Setelah mengetahui itu, kemudian pihaknya melakukan pengusutan lebih lanjut terkait Ijazah yang diduga palsu dan menahan ijazah tersebut.

Adapun yang ditemui oleh pihak Dinas Pendidikan sementara ini adalah Ijazah paket B tingkat SMP dan ijazah paket C tingkat SMA.

Ijazah paket B dan paket C tersebut diketahui milik dari seseorang atas nama DI (35) yang hendak melegalisir ijazah di Kantor Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung. Namun ketika dilihat oleh petugas, ijazah tersebut palsu.

Lebih lanjut dikatakan Juhri, untuk saat ini pihaknya sudah memanggil HS (68) Pengurus PKBM yang diduga melakukan pemalsuan ijazah tersebut.

“Kemungkinan besar masih ada, ini baru yang ketahuan”, kata Juhri.

Kasus ini akan ditindaklanjuti hingga ke jalur hukum, karena ini sudah termasuk penipuan dengan mengatasnamakan Dinas Pendidikan.

Sementara itu HS Pengurus PKBM yang diduga memalsukan ijazah paket B dan Ijazah paket C kepada salah satu warga belajar tahun ajaran 2018/2019 mengakui telah melakukan pembuatan ijazah palsu tersebut.

“Karna ingin membantu DI tadi supaya ada ijazahnya dan tidak dipecat dari pekerjaannya,” kata HS.

Kepada media, HS mengatakan Pak DI meminta sendiri untuk dibuatkan ijazah, kemudian Pak DI memberikan uang sebesar Rp 2 juta kepada dirinya.

HS juga menceritakan bahwa DI tidak pernah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dengan cara di-fotocopy, HS kemudian memalsukan ijazah paket B dan C, kemudian menulis sendiri serta memasang foto yang bersangkutan dan memalsukan tanda tangan.

Saat ditemui jebejabe.co, DI menyebut dirinya tergabung dalam tim sebanyak lima orang, dan dirinya beserta tim diarahkan oleh kepala koordinator yaitu ST.

Menurut DI, ia disarankan ST ke HS kalau ingin membuat Ijazah. “Kalau untuk pembuatan ijazah ke HS,” sebut DI.

Dari pengakuan DI, ijazah tersebut didapatinya dari HS dengan biaya sebesar Rp3 juta untuk ijazah paket B. Sedangkan ijazah paket C baru dibayarnya untuk uang pendaftaran saja atau sebesar Rp500 ribu.

“Jadi untuk ijazah paket C belum dibayarkan, baru bayar pendaftaran saja,” sebut DI

DI mengaku dirinya terpaksa membuat ijazah tersebut karna pada waktu pembagian ijazah paket C namanya tidak ada, padahal dirinya sudah mendaftarkan diri ke HS.

“Saya sudah bayar pendaftaran, namun gak pernah ada nama saya terdaftar, juga tak kunjung ada pemberitahuan, dan ternyata ijazah Paket C saya tidak ada,” ujar DI.

Terakhir, untuk informasi terkait HS, Juhri pun menambahkan bahwa HS sudah lama diberhentikan, yakni sejak Maret 2020 lalu dan sudah dipecat dari kepengurusan PKBM Pengayoman.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *