Tentang Burhanudin

by -
Tentang Burhanudin (1)
Burhanudin (paling kanan) dan Khairil Anwar (paling kiri) berfoto bersama-sama masyarakat pada saat melakukan kegiatan memanen padi di sawah. Foto: Ist/Dokumentasi BUrhanudin

Oleh Akhlanudin

BOLEH dikatakan jiwa politik dan organisasi sudah lama tertanam di darah Aan, demikian panggilan akrab sejawat kepada Burhanudin. Jadi, jauh sebelum Beltim menjadi kabupaten otonom Aan adalah politikus dari Partai Golkar dan anggota DPRD Kabupaten Belitung sewaktu masih bernaung di Provinsi Sumatera Selatan. Ketokohannya di KNPI dan menjadi ketua KNPI Kabupaten Belitung inilah nilai plus kiprah politiknya.

Suasana reformasi berimbas pada pembentukan Provinsi Bangka Belitung, dan pada tahun 2003 dibentuk Kabupaten Belitung Timur, Aan pun mengkhidmatkan dirinya mengabdi di Belitung Timur.

Berbagai jabatan SKPD pernah diembannya seperti Kepala Bappeda Kabupaten Belitung Timur, Kadin Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, staf Ahli Bupati Belitung Timur dan akhirnya pada tahun 2015 mundur dari PNS ketika ditunjuk menjadi pasangan Yuslih Ihza, dan mengantarnya menjadi Wakil Bupati Belitung Timur 1 (satu) periode.

Tahun 2020 Aan mendeklarasikan dirinya menjadi calon Bupati Belitung Timur dengan menggandeng mantan Camat Manggar, Khairil Anwar menjadi wakil.

Pria kelahiran Kelapa Kampit, 22 Mei 1967 ini merupakan alumni Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Tanjungpandan. Selepas dari SPG ia melanjutkan pendidikan tinggi di FKIP UNINUS Bandung. Pernikahannya dengan Purwenda Puspitasari, putri tokoh pendidikan Kelapa Kampit, A Munaf Karim diamanahkan 1 (satu) orang putra Ibnu Purwantama, dan 2 (dua) putri Adelia Dwi Rizki dan Tria Gemilia Hanum.

Tegas dan berapi-api ketika tampil di pondium, berbeda jauh ketika menyapa masyarakat, tidak sungkan dirinya berbaur dengan massa dan kadangkala terjun langsung membantu masyarakat ketika terjadi musibah atau bencana. Aan berada di garda terdepan ketika terjadi musibah banjir terburuk dalam sejarah di Belitung Timur Juli 2017.

Maju untuk memimpin Belitung Timur mengulang kejayaan jalur rempah-rempah, dan kemakmuran di masa timah bukanlah sebuah mimpi, dan bisa terwujud dengan sinegritas serta team work antara semua elemen masyarakat dan mampu menjadi Pratama.

Pratama yaitu momong (merawat), sedangkan among yang berarti memberi contoh dan yang terakhir adalah ngemong yang berarti proses untuk mengamati di dalam mengantar ASN mengabdi pada tugas-tugas negara, Berakar.

*Penggiat Sosial Media dan Pendiri FKMB.