Telpon ke 135 Jika Ada SPBU Nakal di Beltim

by -
Telpon ke 135 Jika Ada SPBU Nakal di Beltim (1)
Bupati Beltim, Burhanudin (Tengah) saat melakukan Sidak ke SPBU di Beltim terkait Kelangkaan BBM, Rabu (22/9/2021). Foto: Istimewa/ Diskominfo Beltim.
Bupati, Forkopimda dan Pihak Pertamina Sidak Usai Rapat Kelangkaan BBM

Penulis: @2! & Yas | Editor: su3

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Sekiranya ada kecurangan yang dilakukan pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hubungi Pertamina Call Center 135. Maka, SPBU yang ketahuan curang atau melakukan permainan akan diberikan sangsi tegas.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Sales Branch Manager Pertamina Rayon VI Palembang, Muhammad Agung Afrizal saat mendampingi Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat sidak ke SPBU Selinsing, SPBU Padang, dan SPBU Sungai Manggar di Beltim, Rabu (22/9/2021).

“Jika ada SPBU yang nakal, maka akan kita lakukan penindakan sesuai kontrak kerjaasama. Jadi, kalau ada yang bermasalah dari pihak SPBU-nya laporkan saja ke kami (Pertamina), kita juga ada call center, 135,” tegas Agung.

Agung menilai, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) seharusnya tidak terjadi di Kabupaten Beltim, itu mengingat pasokan BBM yang lancar, bahkan jumlahnya sudah ditambah. Namun diakui Agung bahwa dalam beberapa bulan terakhir memang terjadi peningkatan konsumsi BBM di kalangan masyarakat.

“Sejak Tanggal 13 sampai 19 September kami melakukan penambahan-penambahan suplai ke SBPU. Sebetulnya jika kita sudah menambahkan stok, berarti sekarang PR-nya menguraikan antrian di SBPU guna meredam kelangkaan BBM,” ungkap Agung.

Sebelum sidak mendampingi Bupati Beltim, Agung turut hadir dalam Rapat Forkopimda yang membahas terkait kelangkaan BBM di Kabupaten Beltim di Ruang Rapat Bupati Beltim. Dalam rapat tersebut ia menyarankan bahwasannya untuk mengatasi kebutuhan penambang, maka bisa dibuka gerai BBM Industri yang berada di lokasi tambang.

“Solusi jangka pendeknya dibuka Gerai BBM Industri yang langsung berada di lokasi tambang, melalui agen BBM Industri yang telah ada, yakni Sukses Patra Persada dan Astika Murni Utama,” kata Agung.

Kemudian untuk solusi jangka panjangnya, BBM Industri untuk sektor-sektor usaha yang belum terakomodir akan disalurkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau pun pihak-pihak swasta lainnya.

“Lalu konsumen-konsumen kendaraan bermotor seperti yang tadi diinfokan ibu-ibu atau anak yang mau sekolah, bisa mencari di SPBU,” ujar Agung.

Berikut ini hasil dari Rapat Bupati Beltim, Forkopimda, dan pihak Pertamina terkait kelangkaan BBM:

  • Pemerintah Daerah akan berkirim surat kepada Pertamina agar mengakomodir BBM Non Subsidi sesuai dengan permintaan SPBU/APMS.
  • Perlu dilaksanakan kembali pendataan kios kios yang ada di Belitung Timur, dalam hal ini peran Kecamatan dalam mensosialisasikannya kepada desa setempat.
  • Pemberlakuan Kartu Kendali dan Pembelian di SPBU diberi waktu khusus untuk pelayanan bagi pengecer/pemilik kios, dengan syarat bahwa pengecer harus menjual BBM-nya di kios sebagaimana biasanya.
Catat Plat Nomor Kendaraan Pengantri

Sementara itu, Bupati Beltim Burhanudin (Aan) meminta pihak SPBU di Kabupaten Beltim untuk mencatat plat nomor kendaraan yang sudah mengisi BBM, hal ini guna terhindar dari kecurangan pengisian BBM oleh kendaraan yang sama dalam kurun waktu yang tidak masuk akal.

Hal demikian disampaikan Aan saat diwawancarai seusai melakukan sidak ke SPBU Selinsing Kecamatan Gantung, SPBU Padang dan SPBU Sungai Manggar Kecamatan Manggar.

“Saya meminta kepada pihak SPBU yang mengatur, jadi tidak ada lagi upaya untuk memanipulasi. Seperti di SPBU Gantung tadi itu bagus, dicatat plat nomornya,” kata Aan.

Aan menilai, tidak mungkin kendaraan roda empat yang sudah mengisi full BBM akan mengisi kembali dalam kurun waktu beberapa jam kemudian ataupun sampai keesokan harinya jika memang hanya dipergunakan untuk pergi bekerja.

“Secara rasional, mobil yang sudah diisi full tidak mungkin dalam satu hari sudah habis jika hanya untuk berangkat kerja saja. Mobil kecil (LCGC-red) itu kan irit, tidak mungkin dalam satu hari sudah habis BBM-nya,” jelas Aan.

Dari pantauan media pada pukul 11.30 WIB, dari tiga SPBU yang dimonitoring oleh Bupati Beltim bersama dengan Forkopimda serta pihak Pertamina, di SPBU Selinsing terlihat antrian kendaraan roda dua yang cukup padat, serta antrian roda empat yang tidak terlalu panjang.

Demikian pula di SPBU Padang, tampak dari pantauan antrian kendaraan jauh berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sedangkan di SPBU Sungai Manggar tidak terdapat antrian kendaraan sama sekali.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *