Tebar Benih Literasi Bernama “Gerbang Menulis” dari Sekolah di Masa Pandemi

by -
Tebar Benih Literasi Bernama Gerbang Menulis dari Sekolah di Masa Pandemi (2)
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sabarudin, M.Pd, (empat dari kiri) didampingi Guru dan Siswa menyerahkan buku karya Siswa dan Guru kepada Sisnet Radio di sela-sela acara Sahabat Inspiratif Sisnet Radio, Sabtu (12/9/2020). Foto: Ist/SMA Negeri 1 Manggar.

MANGGAR, JABJABE.co – SMA Negeri 1 Manggar tidak henti-hentinya berbagi dan berinovasi. Hal tersebut dibuktikan dengan diundangannya SMA Negeri 1 Manggar di Sisnet Radio 90,50 FM dalam program berbagi inspiratif.

Undangan tersebut secara khusus dimaksudkan untuk membagikan pengalaman kepsek, guru, dan siswa yang tetap dapat produktif menulis dalam masa pandemi.

Hadir sebagai sahabat inpiratif Sisnet Radio, Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin beserta dua orang guru yaitu Ares Faujian dan Winda Ari Anggraini. Tidak ketinggalan pula dua orang perwakilan siswa yaitu Jema Kurlia dan Zahra Hafizah Rahma yang juga aktif menulis dimasa pandemi.

Acara yang disiarkan langsung bagi para pendengar setia Sisnet Radio tersebut dimulai pada pukul 13.00 WIB. Selain itu, acara ini juga disiarkan secara live streaming di akun Facebook Sisnet Radio dan grup Facebook Forum Komunikasi Masyarakat Belitung (FKMB).

Mengawali siarannya, Fitra agustian secara umum memberikan gambaran mengenai literasi kepada pendengar Sisnet Radio. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada rombongan SMA Negeri 1 Manggar yang menurutnya adalah penggiat literasi khususnya dunia menulis dalam masa pandemik di Kabupaten Belitung Timur.

Sesi pertama acara ini, Fitra secara umum menanyakan mengenai filosofi menebar benih literasi sekolah yang diangkat menjadi tema pada hari ini kepada Sabarudin.

Menjawab pertanyaan tersebut, Sabarudin menjelaskan bahwa menebar benih literasi yang dimaksud adalah tentang memulai. Artinya hal-hal yang selama ini belum diperhatikan khususnya di bidang literasi dimulai dengan membuat program Sekolah Literasi sesuai dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) secara nasional.

Program Sekolah Literasi tersebut kemudian dirincikan dalam program piloting yaitu “Gerbang Menulis” yang merupakan singkatan dari Gerakan Pengembangan Menjadi Penulis. Gerbang Menulis ini kemudian dilaksanakan dengan membentuk dua kelas yaitu kelas sosioliterasi dan kelas menulis (writing class). Kedua program tersebut kemudian menjadi sangat produktif saat pandemik Covid-19 ini terjadi.

Hadirnya kelas menulis dan kelas sosioliterasi dalam program Gerbang Menulis menurut Sabarudin merupakan hasil pemikiran bersama. Hal ini dilandasi dari pemikiran untuk menghasilkan ikon-ikon literasi baru setelah sebelumnya SMA Negeri 1 Manggar berhasil mencetak seorang Andrea Hirata berpuluh tahun lalu.

Namun Sabarudin mengatakan, setelah Andrea belum ada lagi ikon literasi yang hadir dan produk-produk lainnya dari literasi. Berdasar hal tersebut, beliau ingin kembali mengembalikan ruh menulis di SMA Negeri 1 Manggar dengan memberikan dua hal utama yaitu kepercayaan dan kesempatan bagi warga sekolah.

Menanggapi jawaban tersebut, Fitra kemudian menanyakan perihal kepercayaan dan kesempatan yang diberikan Sabarudin kepada guru dan siswa yang hadir. Secara umum mereka menjawab memang sangat terbantu dan bersyukur dengan kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh Sabarudin.

Ares Faujian dalam jawabannya mengaku sangat mengapresi kesempatan yang diberikan. Artinya kesempatan tersebut merupakan wadah agar dapat menghasilkan karya-karya.

Senada dengan hal tersebut, Jema dan Zahra mengatakan ada dorongan besar yang diberikan pihak sekolah terutama kepala sekolah dan guru pembimbing agar dapat menuliskan ide dan gagasan.

“Saya tuh dari SD sudah punya mimpi untuk dapat buat buku sendiri. Saya dulu sering sekali buat catatan kecil di buku dan saya simpan dengan baik. Alhamdulillah waktu SMA ini saya benar-benar dapat mewujudkan impian saya berkat kepercayaan dan kesempatan yang diberikan,” ungkap Zahra.

Apresiasi yang besar terhadap kepercayaan dan kesempatan tersebut juga diberikan oleh Winda Ari Anggraini. Menurutnya, Sabarudin adalah sosok yang dapat menangkap ide-ide yang selama ini hanya ada dalam pikirannya.

“Saya benar-benar mengapresiasi bapak Kepala Sekolah, beliau benar-benar memberikan wadah untuk kami agar aktif dalam menulis. Mungkin tanpa adanya dorongan dari beliau, ide serta gagasan yang ada di otak saya akan menguap begitu saja. Beliau sudah sangat semangat, semangat itulah yang membuat kami juga turut bersemangat,” ungkap Winda.

Acara kemudian dilanjutnya ke sesi kedua, yang mana Fitra menanyakan tentang kebermanfaatan program ini bagi guru dan siswa. Dalam jawabannya guru dan siswa mengaku bahwa program ini memberikan mereka manfaat yang luar biasa. Tidak hanya menulis saja, namun karya-karya mereka selanjutnya diterbitkan dalam bentuk buku. Hal ini tidak terlepas dari peran sekolah dan memfasilitasi segala hal terkait hal tersebut.

“Siswa dan guru ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk menulis. Cuma selama ini, untuk menerbitkan buku mungkin terkendala dengan biaya dan sebagainya. Oleh sebab itu, sekolah harus memfasilitasi hal tersebut,” ungkap Sabarudin.

Sabarudin juga mengaku sangat mengapresiasi dan bangga kepada siswa dan guru atas karya yang telah dibuat.

“Saya bangga kepada guru dan siswa karena pada dasarnya tulisan-tulisan mereka ini sudah pernah diterbitkan secara online ataupun cetak di media massa seperti Pos Belitung, Belitong Ekspres, dan jabejabe.co, Tidak mudah untuk menembus media seperti ini,” ucapnya.

Selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih yang sebesarnya pada media yang telah memberikan ruang bagi tulisan guru dan siswa.

Menutup siaran hari ini, Sabarudin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung.

“Terima kasih kepada keluarga besar SMA Negeri 1 Manggar, Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Pengawas, Guru, Komite, Orang Tua, dan seluruh elemen termasuk Pemerintah Kabupaten Belitung Timur yang telah memberikan konstribusi agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ungkap Sabarudin.

Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada Sisnet Radio sekaligus mengundang untuk dapat hadir di acara Launching dan Beda Buku hasil program ini yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, 15 September 2020 pukul 19.00 WIB bertempat di Mr. Jhon Café.

“Saya sekaligus mengundang agar dapat hadir dalam Launching dan Bedah Buku hasil karya kami. Acaranya pasti menarik karena akan menghadirkan 3 panelis yang sangat kompeten yaitu Dr. Zakinah, Dr. Dina, dan bapak Subrata,” pungkasnya. (jb)

Editor: sue