Optimalkan Pengairan Sawah dan Sumber Air Baku, Tambang di DAS Pice Dihentikan

oleh -
Optimalkan Pengairan Sawah dan Sumber Air Baku, Tambang di DAS Pice Dihentikan (2)
Gubernur Kep. Babel Erzaldi Rosman, Bupati Beltim Burhanudin serta Forkopimda Provinsi Babel, saat meninjau Bendungan Pice di Kecamatan Gantung Kabupaten Beltim, Jum’at, (12/3/2020). Foto: Ist. Porkom Beltim.

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin dan Wakil Bupati (Wabup) Beltim Khairil Anwar menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman beserta Forkopimda Provinsi Babel, di Alun-Alun Desa Lenggang, Jum’at, (12/3/2020).

Burhanudin menjelaskan Rakor ini bertujuan membahas mengenai Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendungan Pice, yang akan dipergunakan secara optimal untuk pengairan persawahan, Sumber Air Baku dan Objek Wisata.

“Pada hari ini tentunya kita berkoordinasi tentang DAS Bendungan Pice yang masih terdapat aktivitas pertambangan padahal pemanfaatannya untuk pengairan persawahan Danau Meranteh Desa Selinsing Kecamatan Gantung, persawahan Danau Nujau Desa Gantung, Lahan Persawahan Desa Padang, dan untuk pemanfaatan Sumber Air Baku Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Beltim,” jelasnya.

Berkaitan dengan itu, Aan sapaan akrabnya meminta kepada Pemprov Babel untuk bisa membangun saluran irigasi sekunder dan pengadaan Rice Milling Unit untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil sawah tersebut.

“Untuk Pengembangan Pice di Sektor Pertanian merupakan Kewenangan Pemprov untuk pembangunan saluran irigasi sekunder dan pengadaan Rice Milling Unit atau jenis mesin penggilingan padi generasi baru yang mudah dioperasikan, di mana proses pengolahan gabah menjadi beras dapat dilakukan dalam satu kali proses,” tambahnya.

Komitmen Gubernur Babel terkait tambang ilegal yang beroperasi di kawasan DAS Bendungan Pice, Erzaldi meminta untuk dihentikan dan tidak diperbolehkan lagi beroperasi di kawasan DAS Bendungan Pice.

Berkenaan dengan itu, Aan menangapi bahwa komitmen yang dilakukan oleh Gubernur Babel bukan merupakan upaya melarang masyarakat untuk mencari nafkah, melainkan untuk sama-sama menjaga ekosistem secara keseluruhan.

“Kita bukan melarang masyarakat untuk mencari nafkah, tapi ini harus kita jaga ekosistem secara keseluruhan, ada hak kita ada hak orang lain, jadi kita hidup jangan terlampau egois,” ucapnya.(*/)

Baca Juga:  Sambangi Warga Sakit dan Terdampak Banjir, ICI Beltim Ulur Sembako dan Ingatkan Prokes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *