Tak Terima Postingan Istri di Facebook, Pria Asal Simpang Renggiang Ini Lakukan KDRT dan Bakar Rumah

by -
Tak Terima Postingan Istri di Facebook, Pria Asal Simpang Renggiang Ini Lakukan KDRT dan Bakar Rumah
Kondisi rumah setelah terbakar (kiri), dan istri Saiful, sebut saja dengan inisial USA (Kanan). Foto: Istimewa.

SIMPANG RENGGIANG, JABEJABE.co – Gara-gara tidak terima dengan postingan istri di facebook yang bernada sindiran, seorang suami asal Simpang Renggiang tega melakukan kekerasan fisik alias KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) terhadap istri dan membakar rumah.

Tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga, dan dengan sengaja membakar rumah ini dilakukan oleh Saiful Anwar (29), Dusun Langkang RT.22, RW.05 Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur.

Kapolsek Gantung, AKP Karyadi, S.H, seizin Kapolres Belitung Timur, AKBP Jojo Sutarjo, S.I.K,M.H, mengungkapkan, kronologis tindak pidana ini terjadi pada Rabu (8/4/2020), sekitar pukul 13.56 WIB di kediaman pelapor atau korban, sebut saja dengan inisial USA (25) yang tak lain adalah istrinya .

“Saat berada (tiba) di dalam rumah, tiba-tiba pelaku datang langsung memukul korban berkali- kali. Bersamaan itu pelaku menjelaskan bahwa dirinya marah karena status di Facebook korban sehingga pelaku memukul dengan menggunakan kepalan tangan pelaku ke arah kepala korban berkali–kali,” ujar AKP Karyadi, Rabu (8/4/2020) saat dikonfirmasi Jabejabe News.

Mengalami tindak kekerasan fisik tersebut, ujar Kapolsek, lalu korban melarikan diri dari dalam rumah. Namun setelah itu, ternyata pelaku mengambil bensin lalu menyiramkan ke rumahnya kemudian pelaku membakar rumah tersebut.

Usut punya usut, ternyata istri pelaku membuap postingan di facebook tentang sebuah berita yang berjudul “Nikah Siri Tanpa Ijin Istri, ‘Burung’ Pria Ini Langsung Dipotong Sama Istri Pertamanya.”

Dalam postingan akun MamaNya Niken tersebut, muncul gambar yang berupa (maaf) kelamin pria dan sudah dalam keadaan terpotong. Dan, postingan tersebut ditambah lagi tulisan (status) yang berisi “Untuk u saipul duda bodong.”

Atas kejadian KDRT tersebut, pelapor mengalami luka memar pada areal dahi, luka robek pada mulut. Selain itu, Unit Reskrim Polsek Gantung juga mengumpulkan barang bukti berupa: 1 ( satu ) lembar sobekan kain bekas terbakar; 1 ( satu ) buah potongan dirigen bekas terbakar; 1 ( satu ) buah potongan kayu bekas terbakar; dan 1 ( satu ) buah botol plastik.

Lebih lanjut dikatakan AKP karyadi, dalam hal ini pelaku sudah melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan bahaya umum bagi barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam rumah tangga Dan Pasal 187 ayat (1) KUHPidana.

Dijelaskannya, tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga, dan dengan sengaja membakar yang dapat menimbulkan bahaya umum bagi barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat (1) Undang2 RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam rumah tangga Dan Pasal 187 ayat (1) KUHPidana.

“Atas tindak pidana ini, pelaku dikenakan hukuman secara kumulatif. Kekerasan dalam lingkungan keluarga dengan ancaman kurungan 5 tahun dan membakar rumah yang membahayakan umum bagi barang diancam 12 tahun kurungan,” terangnya. (jb02)

 

Editor: Subrata