Jika Tak Cakap dan Tak Mampu Buat Suasana Kondusif, Beliadi: Ganti Saja “Cukongnya”

oleh -
Jika Tak Cakap dan Tak Mampu Buat Suasana Kondusif, Beliadi, Ganti Saja Cukongnya
Kolase: Kiri: Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP. Tengah: Yudi Amsoni saat mengibarkan Bendera Merah Putih di atas ponton. Paling Kanan: Suasana di sekitar kediaman Yudi Amsoni di Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur saat didatangi penambang, Kamis (6/1/2022). Foto: Istimewa.

Penulis: tim | Editor: sue

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Pasca berdamainya aktivis lingkungan Yudi Amsoni dengan perwakilan penambang yang melakukan penggerudukan ke kediaman Yudi Amsoni di Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP. menyarankan agar ganti “cukong” yang lebih cakap dan bisa membuat suasana kondusif.

“Sudah ada dua kasus di Belitung Timur yang kaitannya dengan peristiwa unik di balik pro dan kontra penambangan di Daerah Aliran Sungai Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Maka, jika “cukongnya” tidak cakap dan mampu membuat suasana kondusif, ganti saja,” ujar Beliadi.

Apalagi, kata Beliadi, dua kasus ini dengan orang yang sama, yakni aktivis lingkungan yang juga merupakan Anggota Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Belitung Timur, Yudi Amsoni.

Beliadi kembali mengingatkan, kasus pertama adalah peristiwa Bendera Merah Putih yang dililtkan di badan oleh Yudi Amsoni pada peristiwa demo oleh masyarakat terhadap aktifitas penambangan di Sungai Manggar, Sabtu 20 Juni 2020. Pada saat itu, Yudi memiliki alasan khusus mengapa ia melilitkan Bendera Mereh Putih di badannya, namun demikian penggiringan opini yang beredar di media sosial sangat liar, tak terbendung.

“Kemudian kedua, peristiwa penggerudukan kemarin, Kamis 6 Januari 2022. Yudi Amsoni didatangi oleh serombongan penambang illegal yang beroperasi di DAS Sungai Manggar. Kedatangan para penambang ini meminta agar Yudi menghapus unggahannyanya di media sosial dan pemberitaan di media yang mencuat ke permukaan,” sebutnya.

Para penambang ini menyalahkan Yudi, karena akibat dari tindakannya terjadi penertiban di areal Sungai Manggar. Padahal, Beliadi menilai penertiban tambang tidak ada kaitan dangan status medsos siapapun karena penegak hukum bekerja berdasarakan tupoksinya sehingga mereka tidak bisa menambang dalam beberapa hari itu akibat kerja penegak hukum.

Baca Juga:  Babel Positif Bisa Tes Swab Sendiri, Tujuh Koli Alatnya Sudah Tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang

Karenanya, siapa pun sosok dengan inisial “cukong” yang dimaksud Beliadi tidak cakap serta tidak mampu membuat suasana kondusif, maka ia menyarankan untuk diganti.

“Jika memang kegiatan tambang di Sungai Manggar tidak bisa dilarang, agar ke depannya tidak ada lagi bentrok di masyarakat, saya sarankan agar “cukongnya” diganti. Cari “cukong” yang lebih bisa mengkoordinir semua pihak, agar semua merasa happy serta bisa membuat suasana kondusif. “Cukong” sekarang tak cakap jaga situasi, efeknya setiap ada masalah di Sungai Manggar imbasnya semua kegiatan pertimahan di Belitung Timur terganggu,” tutur Beliadi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *