Tak Kuliah, Tak Punya Masa Depan?

by -
Tak Kuliah, Tak Punya Masa Depan

Oleh: Joan Febrian

SEBELUM jauh masuk ke pembahasan kuliah, ada baiknya memahami apa itu defenisi kuliah. Secara terminologi, kuliah adalah proses pembelajaran tingkat lanjut, yang mana di dalam perkuliahan terdapat pilihan jurusan sesuai dengan bidang keilmuan.

Kuliah dimaksudkan untuk mempermudah atau memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan. Berapa besaran atau kecilnya gaji dari pekerjaan, tentunya tergantung pada jenis dan posisi di dalam pekerjaan.

Namun demikian, melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi atau universitas tidak menjamin seseorang akan mudah dalam mendapatkan pekerjaan. Ada semacam doktrin umum yang beredar di kalangan masyarakat; Kuliah saja susah mencari pekerjaan, apalagi tidak kuliah! Apakah ini terbukti benar atau secara realita dialami di masyarakat? who knows, mari terus simak bagaimana tulisan ini selanjutnya.

Mari kita telaah, seberapa besar presentase anak tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi. Secara gamblang bisa kita sampaikan dan sama-sama ketahui, banyak di antara yang lulus SMA memilih tidak kuliah. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Faktor yang paling umum adalah biaya. Kuliah membutuhkan biaya cukup besar. Apalagi memilih universitas yang jauh dari tempat tinggal. Semisal di luar kota. Biaya kuliah bisa saja masih bisa ditanggung, namun biaya hidup di kota-kota besar tempat universitas ternama dan berkualitas berdiri, juga cukup besar.

Apakah mampu membiayai semua hal tersebut?

Ini jenis pertanyaan relatif yang jawabannya pun juga relatif. Karena baik mampu atau pun tidak mampu, tetaplah kita harus bersyukur. Tapi, bagaimana nasib mereka yang tidak mampu untuk berkuliah? kemudian muncullah beberapa pertanyaan bermakna kerdil seperti berikut ini:

Apakah akan sulit mencari pekerjaan?
Apakah jadi penggaguran?
Apakah akan selamanya jadi miskin?

Faktanya tidak juga.

Ada mereka-mereka yang berkarya dengan hasil pendidikan yang sudah ditempuh di perguruan tinggi. Namun demikian, ternyata untuk berkehidupan dan menjadi manusia unggul dan maju tak cukup hanya berkutat pada lingkup akademis.

Maka, pintar-pintar dan cerdaslah dalam berkehidupan.

Sebut saja Eka Tjipta Widjaja, Andrie Wongso, Basrizal Koto dan Lanny Siswadi adalah sederet orang-orang yang tidak pernah menginjak bangku kuliah dan sukses dalam kehidupannya.

Faktanya, tiga nama tersebut adalah mereka yang sukses dengan berbekal lulusan Sekolah Dasar (SD).

Mari kita buat sebuah kesepahaman dalam bentuk hipotesis, “Tidak kuliah bukan berarti tidak punya masa depan.”

Sikap optimistis harus selalu dibangun dan menjadi diri. Kalian, anda, saya, dan orang-orang di sekitar kita tetap bisa memiliki penghasilan yang besar dan mampu seperti orang-orang sukses.

Pertanyan besar pertama ialah, bagaimana cara mendapatkan penghasilan yang lumayan, bahkan melebihi penghasilan mereka yang kuliah? Jawabannya jadilah pengusaha.

Selesai menempuh pendidikan SMA/SMK, mulailah mendoktrin diri untuk sukses menjadi pengusaha. Dalam perjalanannya, ada banyak jenis usaha yang bisa dilakukan.

Untuk menjadi pengusaha dan jenis usaha apa yang akan digeluti, mudahnya anda bisa mencari informasi terkini di internet. Dengan demikian, anda bisa melihat trend usaha yang produknya banyak dicari konsumen. Namun yang paling penting adalah usaha tersebut sesuai dengan karakter dan minat anda.
Misalnya, jika anda suka berdagang, maka cobalah beradaptasi dengan gaya berbelanja di masa kini. Anda bisa mencari produk yang sedang digemari dan coba melakukan penjualan online.

Kemudian, jenis usaha lainnya yang sekarang banyak digemari adalah creative content di dunia maya. Youtuber atau Selebgram. Tentu saja jenis usaha ini tidak semua orang bisa melakukannya. Namanya saja konten kreatif, Pertama anda adalah orang yang kreatif. Selanjutnya bagaimana pun anda harus memiliki properti dokumentasi elektronik yang akan mengaplikasikan ide anda. Dan ketiga konsisten membuat konten serta konsisten menghibur atau menginformasi.

Lalu apa penghasilan seorang youtuber? adalah melalui iklan Google Adsense. Konten kreatif anda yang disenangi banyak orang akan membuat google menerima penawaran agar memasang iklan di akun anda. Dari sinilah pundi-pundi rupiah tersebut berasal.

Dari paparan di atas akan muncul pertanyaan umum. Pertanyaan ini akan selalu muncul dari mereka yang ingin memulai bisnis.

Dari mana modal usaha berasal?

Jenis pertanyaan ini, meski paling umum mencuat, faktanya paling tidak disukai oleh pengusaha yang kini sudah sukses. Dalam perjalanan bisnis mereka yang sekarang ini menjadi konglomerat atau milioner, ada yang memulai usaha dari mudal kecil. Bahkan, ada yang tidak sama sekali.

Sebagaimana kita tahu, kelebihan anak muda adalah mimpi dan tenaga. Mereka punya konsep dan kekuatan itu sendiri. Hal itu adalah modal awal dan jangan pernah malu untuk memulai. Hal yang paling penting adalah menjalin komunikasi dan cari relasi sebanyak-banyaknya. Bukankah ada istilah banyak kawan banyak rejeki?

Dan, ingat kata Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno, ia hanya membutuhkan sepuluh pemuda untuk mengguncang dunia.

Jadi, Selalu Semangat!

**Siswa Kelas XII 8 SMA Negri 1 Manggar