Tak Elok Jika ditelan Jaman, Ini Seni Betiong Begubang Nan Bersahaja

oleh -
Tak Elok Jika ditelan Jaman, Ini Seni Betiong Begubang Nan Bersahaja
Kesenian Betiong Begubang ditampilkan oleh Sanggar Betiong Begubang dari Desa Lintang - Belitung Timur. Foto: Istimewa.

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Masyarakat Belitung Timur mungkin hampir melupakan keberadaan betiong begubang. Kesenian ini adalah satu dari beberapa kesenian yang ada di Pulau Belitong.

Dahulu, betiong begubang sangat masyhur dan sangat digemari oleh masyarakat di Pulau Belitong. Kesenian ini dijadikan moment di mana pertemuan muda-mudi dalam merajut indahnya kehidupan berbalut adat-istiadat yang sangat dipatuhi dan dicintai oleh mereka.

Begubang adalah Kesenian Melayu Belitong dengan 2 (dua) atau 3 (tiga) orang lelaki melantunkan pantun nasehat dan lainnya yang saling berkaitan satu sama lain.

Sementara penari-penari perempuan dengan menggunakan sebuah selendang menari dan tarian dinyatakan usai saat si lawan penari memasukan uang logam (gubang) ke dalam bukor yang tersedia.

Begubang biasanya diiringi dengan musik betiong, sehingga disebut betiong begubang.

Pada Festival Kuliner Khas Belitong dan Atraksi Seni Budaya Belitong yang digelar baru-baru ini, kesenian betiong begubang ditampilkan oleh Sanggar Betiong Begubang dari Desa Lintang – Belitung Timur.

Lestarikan eksistensi betiong begubang sebagai identitas seni budaya daerah dan potensi wisata budaya, yang diharapkan akan menarik minat wisatawan datang berwisata ke Belitung Timur untuk menyaksikan kesenian betiong begubang.

English Version

Possibility the people who living in East Belitung almost forget the exisitence of betiong begubang.

Betiong begubang was performed by sanggar betiong begubang/art culture activist group from Lintang Village – East Belitung on belitong’s typical culinary festival and belitong’s art culture attraction (12/3/2020).

Preservation the existence of betiong begubang as art culture identity and tourism potentials, wishing it will be interesting the tourist for visit East Belitung. (rel)

Editor: Subrata Kampit
Sumber: Disbudpar Beltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *