Tak Bisa Tunjukkan Ijazah Asli tapi Ditetapkan Calon Kades Buku Limau? Ini Kata Panwas

oleh -
Tak Bisa Tunjukkan Ijazah Asli tapi Ditetapkan Calon Kades Buku Limau, Ini Kata Panwas
Ilustrasi calon kades.

Reporter: dx | Editor: sue

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Meski tidak bisa menunjukkan ijazah asli atau ijazah pengganti pada saat tahapan pemeriksaan kelengkapan berkas sebagai calon kepala desa, namun Panitia Pemilihan Kepala Desa (Panpilkades) Buku Limau, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur tetap melakukan penetapan terhadap salah satu calon.

Penetapan sebagai calon kepala desa tersebut melalui Surat Keputusan (SK) Nomor: 01/PAN/DBL/2020 Tentang Penetapan Calon Kepala Desa Terpilih Panitia Pemilihan Kepala Desa Buku Limau pada tanggal 21 Februari 2022.

Menyikapi hal ini, Kantor Hukum Cahya Wiguna Law Firm, melalui Advokatnya Cahya Wiguna, S.H., CLA selaku penerima kuasa dari Ruspandi Calon Kepala Desa Buku Limau nomor urut 2 dan Muhammad Gawing Calon Kepala Desa Buku Limau nomor urut 4, menyampaikan permohonan fasilitasi kepada Panitia Pemilihan Kabupaten.

Permohonan tersebut disampaikan melalui surat pada tanggal 23 Februari 2022 perihal adanya permasalahan dalam pemilihan kepala desa di Buku Limau terkait dugaan tidak netralnya Ketua Panpilkades Buku Limau dan Ketua Pengawas Pemilihan Kepala Desa Buku Limau pada penetapan Calon Kepala Desa Buku Limau.

“Ya, kami sudah melakukan langkah-langkah hukum, salah satunya dengan bersurat kepada panitia desa dan kabupaten. Kemudian juga sudah ditembuskan kepada Ombudsman RI Perwakilan Babel. Nanti, kalau tidak ada tanggapan dari pihak panitia desa maupun kabupaten, kami segera berlapor kepada Ombudsman RI Perwakilan Babel,” ujar Cahya Wiguna.

Cahya Wiguna menilai, dari surat keputusan yang dikeluarkan Panpilkades Buku Limau pun sudah jelas melanggar aturan. Bahkan, secara judul menurutnya mereka sudah salah.

“Saat ini kan baru calon kepala desa, bukan calon terpilih atas pemilihan yang sudah dilaksanakan,” kata Gugun, sapaan Cahya Wiguna.

Kemudian, lanjut Gugun, proses sebelum penetapan calon pun panitia desa sudah melanggar ketentuan hukum berlaku.

“Itu juga sudah dituangkan dalam surat Dinsos PMD terkait pendampingan validasi, yang pada subtansinya menyebutkan ada ketidaksesuaian berkas yang disampaikan oleh calon tersebut,” jelas Gugun.

Sebagai tindak lanjut hal ini, Gugun berharap panitia kabupaten segera memfasilitasi terkait permasalahan pemilihan Kepala Desa Buku Limau, demi terwujudnya keadilan dan kepastian hukum.

Baca Juga:  Kades Renggiang Lakukan “Gemar” Peduli Lingkungan Pembersihan TPU

Sementara itu, guna mendapatkan penjelasan terkait penetapan calon kepala desa di Buku Limau, media ini sudah berusaha menghubungi Nisa Karera selaku Ketua Panpilkades Desa Buku Limau pada Rabu (2/3/2022), sekira pukul 10.56 WIB.

Melalui pesan WhatsApp, wartawan meminta kesediaan untuk menjawab terkait perkembangan pemilihan calon kepala desa di Buku Limau.

Sekitar pukul 11.04 WIB Nisa menjawab bahwa dirinya tidak bisa menyempatkan waktu karena ia sedang dipingit, sehingga tidak bisa kemana-mana. Kemudian Nisa pun menyarankan untuk mewawancara Panitia Pengawas Pilkades Buku Limau.

Kalau bapk nak wawancara gimane kalo dengan pengawas kmk, (Kalau bapak mau wawancara, gimana kalau dengan pengawas kami (Panwas Pilkades Buku Limau),” tulis Nisa melalui WhatsApp sekitar pukul 11.05 WIB.

Justru dalam hal ini jabejabe.co ingin melakukan wawancara kepada dua narasumber, yakni Panpilkades dan Panwas Pilkades. Kemudian media ini menawarkan wawancara via telpon, namun tidak mendapat balasan meski pesan yang dikirimkan sudah bersatus “Dibaca”.

Selanjutnya jabejabe.co menghubungi pihak Panwas Pilkades Desa Buku Limau, yakni Muhammad Ilyas sekira pukul 20.55 WIB, Rabu (2/3/2022).

Kepada jabejabe.co Muhammad Ilyas pun menerangkan bahwasannya ijazah yang digunakan oleh calon yang diduga tidak lengkap secara administrasi tersebut sudah pernah dipakai sebelumnya.

“Kalo sekarang kan sudah ada bukti, legalitas (Ijazah) yang dipakai itu sudah dua priode, sama,” ujar Ilyas.

Lebih lanjut diterangkan Ilyas, calon tersebut merupakan petahana (Incumbent) yang sudah pernah dua priode menjabat sebagai Kepala Desa Buku Limau. Sementara untuk menjadi kades dua priode tersebut, yang bersangkutan juga menggunakan ijazah yang sama saat mendaftar sebagai calon kades.

Menurut Ilyas, pihaknya selaku Panwas, Panpilkades, dan empat calon lainnya juga sudah melakukan pertemuan di ruang Sekda Belitung Timur pada tanggal 22 Februari 2022.

“Saat itu kita disuruh lanjut ajalah panitia sama pengawas sesuai jadwal Pilkades. Disuruh jalan aja sesuai dengan aturan Pilkades,” kata Ilyas.

Ilyas pun menduga, adanya laporan atau gugatan ini karena ada pihak yang merasa tidak puas dengan SK penetapan yang dikeluarkan Panpilkades Buku Limau dan hasil dari pertemuan dengan Sekda Belitung Timur tersebut.

Baca Juga:  Kepala SMA Negeri 1 Manggar Narasumber Diskusi Terpumpun Implementasi KBM dalam Masa Pandemi Covid 19 Itjen Kemdikbud 2020

Namun demikian, Ilyas berharap agar pemilihan kepala desa di Buku Limau berjalan dengan lancar atau tanpa kendala sesuai tahapan dan aturan-aturan yang berlaku.*

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.