Tahun Karang Taruna & Flashback 5 Tahun Karang Taruna Beltim

by -
Tahun Karang Taruna & Flashback 5 Tahun Karang Taruna Beltim - 7 (1)

Oleh : Eki Piroza, S.Pd

KARANG TARUNA adalah sebuah Organisasi yang selalu dikenal sebagai organisasi penggerak pemuda untuk melakukan aksi-aksi sosial kemanusiaan, hal ini terlihat dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh karang taruna di berbagai daerah di Indonesia terutama dalam menanggulangi Bencana alam, dan karang taruna merupakan salah satu unsur yang berada di garis terdepan.

Di sisi lain Karang Taruna juga berfungsi sebagai wadah Pembinaan bagi pemuda, agar bisa diarahkan ke aspek yang lebih Produktif. Sebagai Organisasi yang eksis dalam dunia kepemudaan terutama menggerakkan pemuda ke arah yang lebih produktif. Sebagai contoh, ada banyak karang taruna desa yang menjadi percontohan pengelolaan kawasan wisata dan penggerak ekonomi kreatif lainya, terutama di kabupaten Belitung Timur, tempat penulis berada.
Karang Taruna di tahun 2020 ini, memasuki usia ke 60, sebuah usia yang bisa dikatakan sangat ‘’Senior’’ untuk kategori organisasi kepemudaan. Selama rentang waktu tersebut telah banyak yang dikerjakan oleh Karang Taruna dari berbagai tingkatan seperti Karang Taruna Nasional, Karang Taruna Provinsi, Karang Taruna Kabupaten, Karang Taruna Kecamatan sampai dengan Karang Taruna Desa.

Dari berbagai tingkatan tersebut, dapatlah dikatakan bahwa karang taruna sangat ‘’Mengakar’’ karena keberadaanya sampai dengan tingkat Desa, dengan rata-rata kepengurusan setiap tingkatan 20-30 Orang. serta bisa dikatakan ‘’Kaya’’ karena memiliki potensi SDM (Sumber Daya Manusia) yang sangat melimpah dan tentunya dari berbagai jenjang pendidikan.

SEJARAH PANJANG KARANG TARUNA

Karang Taruna lahir pada tanggal 26 september 1960 di Kampung Melayu Provinsi DKI Jakarta. Latar belakang dibentuknya Karang Taruna dikarenakan pada masa itu banyaknya anak-anak yang menyandang masalah sosial antara lain seperti anak yatim, putus sekolah dan lain-lain, masalah tersebut tidak lepas dari kemiskinan yang dialami sebagian masyarakat kala itu.

Pada periode 1960 adalah awal di mana bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan di segala bidang. Instansi-instansi di DKI Jakarta (Departemen sosial) berupaya menumbuhkan Karang Taruna baru di kelurahan melalui kegiatan penyuluhan sosial. Pertumbuhan karang taruna saat itu terbilang sangat lamban sampai dengan akhir tahun 1969 baru terbentuk 12 karang taruna, hal ini disebabkan peristiwa G 30 S/PKI sehingga pemerintah memprioritaskan berkonsentrasi untuk mewujudkan stabilitas nasional.

Salahsatu pihak yang berjasa dalam mengembangkan karang taruna adalah Gubernur DKI Jakarta saat itu yakni Bapak H. Ali Sadikin (1966-1977) pada saat beliau menjabat beliau mengeluarkan kebijakan memberikan subsidi bagi tiap karang taruna dan membantu pembangunan sasana krida karang taruna (SKKT).

Selain itu, Bapak H Ali Sadikin juga menginstruksikan kepada Walikota, Camat, Lurah dan Dinas Sosial untuk memfungsikan Karang Taruna hingga kemudian Karang Taruna semakin berkembang ke seluruh Indonesia, terutama setelah dilaksanakannya Musyawarah Nasional (Mukernas) kalau sekarang dikenal dengan istilah ‘’Temu Karya’’ Karang Taruna di Malang, Jawa Timur tahun 1980, hingga kemudian Karang Taruna memiliki landasan organisasi yang kuat melalui Permensos, yang diperbarui setiap pergantian Menteri sosial.

KARANG TARUNA BERSAMA PEMERINTAH

Ada beberapa keunikan tersendiri yang dimiliki oleh Karang Taruna, sebagai organisasi kepemudaan, salahsatunya yakni Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan yang aturan pedoman organisasinya dikeluarkan langsung melalui Peraturan Menteri.