Syukuran Zero Tambang Laut di Pering, Bang Im Pesan Nelayan Jangan Kalah dengan Ikan

by -
Syukuran Zero Tambang Laut di Pering, Bang Im Pesan Nelayan Jangan Kalah dengan Ikan

KELAPA KAMPIT, JABEJABE.co – Kalau perjuangan itu sesuai dengan hasil yang diharapkan itulah yang menjadi cita-cita, namun demikian meski tidak sesuai harapan sekali pun, harus tetap disyukuri. Demikian dikatakan Syamsudin, dalam acara syukuran atas penetapan zero tambang laut pada Peraturan Daerah (Perda) RZWP3K (Rencana Zonasi wilayah Perairan dan Pulau-Pulau Kecil) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang baru-baru ini ditetapkan.

“Pada hari inilah, dengan acara sederhana ini kita mensyukuri,” ujar Syamsudin, Koordinator Aliansi Nelayan Kelapa Kampit, dalam pertemuan yang dihadiri beberapa nelayan dan penggiat lingkungan di Pantai Pering Kelapa Kampit, Minggu (15/3/2020).

Menyinggung sedikit masalah tambang, bang Im, sapaan Syamsudin, menyebut, akanlah sangat mustahil dan lucu jika di Babel tanpa tambang timah. Apalagi Provinsi Kepulauan Babel merupakan wilayah yang kaya dengan hasil tambang timah.

“Namun dengan RZWP3K inilah yang mengatur. Kalau di darat namanya RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), dan kalau di laut RZWP3K,” jelasnya.

Mungkin saja, kata bang Im, untuk perda zonasi ini, khususnya bagi tambang laut, diarahkan ke Pulau Bangka. “Jadi karna sudah ditentukan wilayah tambang laut ini di Pulau Bangka, dak mungkin lagi digeser ke Pulau Belitung,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, Perda yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel dan disetujui oleh DPRD Provinsi Kepulauan Babel ini merupakan hasil dari penggalangan aspirasi masyarakat Belitong.

“Kalau memang tidak adanya hasil persetujuan, suatu saat, jangankan Perda, Undang-undang pun bisa direvisi. Kalau negara sudah bicara kepentingan negara, kita (masyarakat) mau bicara apa,” ujarnya.

Oleh karenanya, terkait RWP3K ini, bang Im mengapresiasi beberapa kelompok nelayan yang sudah sedikit-sedikit mulai memanfaatkan laut. Yakni dengan membangun rumpong atau apartemen ikan.

“Bagi kawan-kawan yang sudah membentuk kelompok (nelayan), isilah laut itu dengan rumpong atau rumah ikan. Apa pun namanya itu, buat, jangan ngandalkan alam yang ada, karang yang ada, lama-lama habis, ikannya makin menjauh,” ujarnya.

Ia mencontohkan, jika saat ini nelayan menangkap ikan di area 10 mil dari bibir pantai, lalu ikan berpindah ke 20 mil terus dikejar sampai berpuluh-puluh hingga ratusan mil. Hal ini menandakan nelayan “kalah” cara berpikirnya dengan ikan. Oleh karenanya, menurut bang Im perlu memanfaatkan laut yang ada dengan membangun apartemen ikan.

“Masa kita (nelayan) kalah akal dengan ikan. Seharusnya yang dari puluhan mil, kita tarik ikan makin mendekat. Kalau perlu ke 0 (nol) mil. dan satu-satunya teknologi tersebut dengan rumpong,” jelasnya.

Selain menambah penghasilan nelayan dari hasil laut, apartemen ikan ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk wisata memancing di wilayah perairan Pantai Pering Kelapa Kampit.

Sementara itu Ketua Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel), Pifin Heriyanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut meminta kepada kawan-kawan nelayan untuk tetap konsisten menjaga laut Belitong.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Thelenk ini juga mengungkapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah mengakomodir apa yang menjadi keinginan masyarakat, yaitu Perairan Belitong Zero Tambang Laut.

“Kepada kawan-kawan nelayan, tentunya masih banyak lagi pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Tetap jaga kekompakan dan jangan lupa berinovasi serta berkreatifitas,” pesan Thelenk.

Kreasi dan inovasi bagi nelayan bukan hal baru. Thelenk mencontohkan sebagaimana saat ini pekerjaan nelayan tak hanya melulu mencari ikan. Namun bagaimana agar sumber-sumber pendapatan nelayan ini dikembangkan. Seperti halnya dengan membangun spot pemancingan bagi pengunjung dari dalam dan luar Belitong.

“Lakukan promosi dan buat paket-paket wisata pemancingan. Kabarkan kepada wisatawan tentang asiknya mancing di Belitong. Jangan lupa lestarikan lingkungan serta jaga kebersihan laut,” ujarnya. (sue)

Editor: jb02