Stok Kebutuhan Pokok di Beltim Sangat Mencukupi

oleh -
Stok Kebutuhan Pokok di Beltim Sangat Mencukupi
Tim DPMPTSPP Kabupaten Beltim pantau 15 sub distributor atau pasar retail di seluruh Kabupaten Beltim, Selasa (17/3/20). Foto: Istimewa.

MANGGAR, JABEJABE.co – Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Belitung Timur menyatakan ketersedian bahan kebutuhan pokok strategis di Kabupaten Beltim sangat mencukupi. Masyarakat dihimbau tidak perlu panik dan melakukan aksi borong.

Kepala Bidang Perdagangan Asep Suhayanto, mengungkapkan hasil pantauan Tim DPMPTSPP di 15 sub distributor atau pasar retail di seluruh Kabupaten Beltim, Selasa (17/3/20), untuk stok beras sebanyak 55,4 ton, gula 2,4 ton, minyak goreng 12,5 kiloliter, tepung terigu 11,5 ton dan mie instan sebanyak 4.075.

“Dari hasil survey ketersedian bahan pokok, seluruh stok bahan kebutuhan masih mencukupi dan aman hingga 24 hari untuk beras dan gula, 134 hari untuk minyak goreng, 114 hari untuk tepung terigu dan 68 hari untuk mie instant,” ungkap Asep.

Harga-harga bahan kebutuhan tersebut menurut Asep normal dan sangat stabil. Tidak terjadi lonjakan harga bahan pokok atau kebutuhan lainnya.

“Kami turun untuk antisipasi ketesediaan dan harga. Alhamdulillah harga-harganya juga masih normal, tidak ada kenaikan berarti,” kata Asep.

DPMPTSPP juga menjamin kelancaran distribusi bahan pokok. Para sub didistributor selalu rutin mendatangkan stok bahan kebutuhan.

“Ada yang belinya satu minggu sekali ada yang bulanan. Cuman intinya kita jamin bahwa ketersediaan bahan kebutuhan pokok selalu tersedia,” ujar Asep.

Berbeda dengan bahan pokok, ketersediaan masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) masih sangat langka bahkan tidak tersedia di seluruh apotek di Kabupaten Beltim.

“Dari hasil pengawasan dan pendataan di lapangan, penjualan sudah mulai habis sejak Februari 2020, saat mulai merebaknya Corona Virus Desease (Covid) 19. Masyarakat sudah mulai menyetok untuk persediaan,” beber Asep.

Beberapa apotek dan supermarket yang masih ada stoknya telah membatasi pembelian masker secara eceran maksimal tiga sampai 5 lembar untuk setiap orang. Namun mengingat tingginya permintaan stok pun habis.

“Dari informasi yang kami dapat dari distributornya memang tidak tersedia. Kalau pun ada harganya sudah melonjak tinggi sehingga pelaku usaha tidak melakukan pembelian,” ujarnya. (rel)

Editor: Subrata Kampit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.