Spirit PISA Bangka Belitung 2022, 415 Pacak!

by -
Spirit PISA Bangka Belitung 2022, 415 Pacak!

Oleh: Sabarudin, M.Pd*

DUNIA pendidikan terus bergerak dengan cepat yang disertai dengan tuntutan kepada kita semua untuk selalu bisa mengikuti ritme setiap perubahan dengan tanggap dan tangguh. Pendidikan yang menjadi urat nadi bagi pembangunan di suatu negara harus didesain dengan sistematis, realitis dan berkelanjutan.

Keunggulan dunia pendidikan di suatu negara merupakan tampilan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus sebagai indikator keberhasilan suatu negara yang memiliki kemampuan daya saing dengan negara lain dalam pergaulan dunia.

Untuk itu pendidikan di Indonesia harus membekali peserta didik dengan dengan keterampilan abad 21. Apa itu keterampilan abad 21? Keterampilan abad 21 meliputi keterampilan berfikir kritis, kemampuan berkomunikasi, kemampuan untuk bekerjasama serta kreativitas.

Membahas isu pendidikan Indonesia saat ini, tidak lengkap rasanya tanpa membawa PISA (Programme for International Student Assessment) di dalamnya.

Survei yang diselenggarakan oleh The Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) tersebut bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan di seluruh dunia dengan menguji keterampilan dan pengetahuan siswa. Program ini semakin bergaung saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim mengadopsinya sebagai standar penilaian dalam Asesmen Nasional (AN) yang akan dilakukan.

Hasil asesmen yang dikeluarkan oleh PISA setiap tiga tahun memiliki dampak bagi negara-negara yang ikut dalam penilaian, yaitu jika hasilnya baik berarti pendidikan di negara tersebut berada pada level pasar global atau negara tersebut memiliki standar pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional.

Sebaliknya, apabila negara memiliki hasil penilaian di bawah rata-rata dan menempati level bawah, maka kualitas pendidikan di negara tersebut berada di bawah standar kebutuhan pasar global dan negara harus segera membenahi sistem pendidikannya.

Berbicara mengenai PISA, tidak lengkap rasanya tanpa melihat perolehan skor PISA siswa Indonesia. Berdasarkan laporan OECD di tahun 2019, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara.

Sedangkan untuk skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor sains ada di peringkat 70 dari 78 negara.

Tiga skor itu kompak menurun dibandingkan hasil dari tes PISA 2015. Kala itu, skor membaca Indonesia ada di peringkat 65, skor sains peringkat 64, dan skor matematika peringkat 66.

Berangkat dari kenyataan tersebut, memang sudah selayaknya terjadi perubahan dalam sistem pendidikan Indonesia. Lantas, mengapa penilaian PISA ini menjadi penting?

Penilaian PISA sendiri pada dasarnya mengukur tiga hal penting dalam bersaing di abad 21 yaitu literasi membaca, literasi sains, dan literasi matematika.

Literasi sendiri dimaknai sebagai kemampuan seseorang untuk mengaplikasikan apa yang dia peroleh di dalam kehidupan nyata.

Oleh sebab itu, PISA dapar dijadikan patokan atau tolak ukur kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan di abad 21. Skor PISA juga dapat menjadi potret kesiapan siswa dalam menghadapi kehidupan di abad ini.

Pentingnya program ini juga direspon dengan baik oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lewat Dinas Pendidikan, pemerintah daerah mencanangkan lima kegiatan utama yang sudah mulai dilakukan yaitu perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pengembangan. Kelimanya kemudian diwujudkan dalam aksi yang diberi nama “PISA Menuju Babel Berdaya”.

Aksi-aksi ini kemudian diwujudkan dalam ide program PISA melalui kegiatan, sosialisasi, paparan, workshop, bimtek leadership (kepsek dan pengawas), workshop guru inti, workshop guru sasaran, dan workshop dokumen kurikulum.

Keseriusan Pemerintah daerah tampak dari berbagai cara diantaranya sosialisasi dan implementasi skala besar, kegiatan monitoring dan evaluasi, dilaksanakannya Try out PISA dan AKM, pemberian penghargaan PISA Babel Award 2021, serta melakukan tindak lanjut (Feedback) atas program yang sudah dilaksanakan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tersebut tidak lain adalah strategi yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendongkrak nilai PISA. Hal ini menjadi penting mengingat Provinsi Bangka Belitung menjadi provinsi ketiga yang akan menjadi sampel dalam penilaian PISA pada tahun 2022 bersamaan dengan DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jelas kita harus bersiap untuk menghadapi tantangan ini, karena pada dasarnya PISA adalah penilaian yang diselenggarakan untuk memotret pendidikan di suatu negara.

Artinya potret pendidikan di Indonesia akan diambil dari tiga provinsi, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di dalamnya.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rapat koordinasi penjaminan mutu di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanggal 3 maret 2021 menegaskan bahwa PISA adalah proses, asesmen adalah proses, kompetisi adalah proses, karena itu jangan pernah lelah untuk berproses. Pernyataan ini harus dimaknai sebagai lecutan semangat kepada setiap insan pendidikan dan seluruh pemangku pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk meluruskan niat dan menguatkan komitmen untuk totalitas dalam mendukung program PISA Babel ini. Tidak boleh setengah hati dalam melaksanakannya.

Dijadikannya Provinsi Bangka Belitung sebagai salah satu provinsi sampel pelaksanaan PISA 2022 bukan tanpa sebab.

Selain merupakan suatu kepercayaan dan kehormatan, penunjukan ini juga dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa dari berbagai hasil uji kompetensi guru, kepala sekolah, pengawas, dan siswa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan prestasi yang membanggakan.

Hasil terakhir uji kompetensi guru menempatkan guru-guru kita di peringkat 6 Nasional, kepala sekolah peringkat 5 Nasional, pengawas sekolah peringkat 4 nasional serta hasil Ujian Nasional SMA/SMK tahun 2019 kita berada di peringkat 5 nasional.

Bukan itu saja daya dukung sarana dan prasana kita menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia dengan kemampuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer 100%.

Fakta fakta ini tidak harus membuat kita menjadi lalai dan berpuas diri. Banyak hal yang harus perlu kita tingkatkan dalam menyongsong PISA 2022. Kita harus jujur mengakui bahwa masih ada kelemahan kelemahan yang harus dengan segera kita perbaiki jika kita ingin mencapai target skor PISA 415.

Kita harus mengevaluasi diri kita tentang kesiapan dan strategi sekolah untuk mendukung Program PISA 2022. Hal utama yang harus kita lakukan adalah merubah mindset (pola pikir) seluruh komponen sekolah. Kita harus bekerja luar biasa dengan perencanaan matang agar hasilnya juga luar biasa.

Proses pembelajaran di sekolah juga harus menjadi perhatian prioritas. Berhasil tidaknya program PISA tergantung dari bermakna atau tidaknya proses pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran harus memuat strategi asesmen literasi dan numerasi. Bukan hanya sekedar transfer ilmu pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu yaitu dengan memberdayakan seluruh potensi peserta didik.

Proses pembelajaran tersebut juga tidak berjalan dengan baik apabila tidak didukung dengan kemampuan guru yang memadai. Sebaik apapun program yang disusun tidak akan maksimal hasilnya jika tidak didukung dengan guru yang profesional dan berintegritas. Guru yang diharapkan adalah guru yang selalu update dan upgrade akan pengetahuan dan teknologi serta memahami dengan utuh karkateristik peserta didik agar mampu membelajarkan peserta didik dengan optimal.

Peserta didik juga tidak boleh kita lupakan dalam mendukung progam PISA ini. Peserta didik menjadi aktor utama atas keberhasilan program PISA. Karena yang akan diuji dalam PISA ini adalah peserta didik.

Perhatian dan komitmen untuk mejadikan peserta didik sebagai mitra belajar guru menjadi point kunci kesuksesan program ini, dengan menumbuhkan kepercayaan dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang dan belajar dan berkreasi.

Faktor penting selanjutnya adalah kepala sekolah. Kepala sekolah harus terdepan dalam memotivasi dan berinovasi agar program PISA bisa dipahami dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh komponen sekolah. Mau dibawa ke mana suatu sekolah sangat bergantung pada semangat dan komitmen kepala sekolah dan seluruh stakeholders, dengan senantiasa menjadi seorang pemelajar sejati, pro aktif dan Komunikatif, produktif serta inovatif dan kreatif.

Peran pengawas sekolah dalam mendukung kesuksesan program PISA juga tidak bisa dilupakan. Pengawas sekolah memberikan bimbingan, motivasi serta panduan bagaimana seharusnya program PISA itu dilaksanakan. Selain itu juga monitoring, evaluasi serta arahan tindak lanjut dari suatu program yang dilaksanakan.

Tantangan terakhir yang dihadapi adalah perubahan bentuk evaluasi. Mengembangkan sistem penilaian berdasarkan High Order Thinking Skills (HOTS). Dengan HOTS peserta didik akan dapat membedakan ide atau gagasan secara jelas, berargumen dengan baik, mampu memecahkan masalah, mampu mengkonstruksi penjelasan, mampu berhipotesis dan memahami hal-hal kompleks menjadi lebih jelas.

Strategi-strategi yang disiapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak akan berhasil tanpa direspon dan dimengerti dengan baik oleh sekolah. Bagaimana tidak? Sekolah adalah ujung tombak penerapan kebijakan-kebijakan tersebut.

Oleh sebab itu, sekolah dalam hal ini harus juga siap dan menyusun strategi yang relevan dengan keadaan sekolahnya. Artinya dalam penilaian PISA ini semua sekolah berkesempatan terpilih menjadi sampel. Baik itu sekolah dengan kualitas pendidikan yang biasa saja ataupun sekolah unggul, semuanya memiliki kesempatan yang sama.

Karenanya, mari kita bersama menyiapkan diri untuk dapat menyongsong PISA 2022. Kita harus ingat, wajah pendidikan Indonesia berada di tangan kita. Kita harus memiliki spirit untuk menyongsong PISA tahun 2022. 415, Babel Pacak!

*/) Kepala SMA Negeri 1 Manggar / Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Belitung Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *