Spesial, Empat Narasumber Puji Karya Literasi SMA Negeri 1 Manggar

by -
Spesial, Empat Narasumber Puji Karya Literasi SMA Negeri 1 Manggar - 2 (1)

MANGGAR, JABEJABE.co – Malam Launching dan Bedah Buku karya literasi SMA Negeri 1 Manggar berlangsung sangat menarik. Acara yang dikemas secara santai tersebut membahas enam buku karya literasi yang lahir di masa pandemi Covid-19.

Dengan empat narasumber yang kompeten, acara inti bedah buku yang diketuai oleh Suhardianto tersebut dimulai pada pukul 21.00 WIB.

Narasumber pertama, Dr. Zakina secara khusus mengupas buku yang ditulis langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin. Dipandu oleh Try Mario Sandi sebagai moderator, Dr. Zakina mengaku bahwa buku Praktis Belajar Best Practice: Teori dan Praktek tersebut sangat mengagumkan.

“Buku ini adalah buku yang sangat baik dan dapat menjadi biang buku-buku terbaik yang nantinya akan hadir,” ungkap Dr. Zakina.

Zakinah juga mengatakan bahwa drinya menemukan ketulusan untuk berbagi dari buku yang ditulis oleh Kepsek SMA Negeri 1 Manggar tersebut.

“Saya rasa buku ini sangat direkomendasikan untuk diperbanyak serta dibagikan ke 34 provinsi di Indonesia,” ungkap Dr. Zakina.

Hal ini menurut Zakinah karena banyak ide, gagasan, dan praktik baik yang wajib untuk dibagikan dan dipraktekan.

Buku kedua dan ketiga yang dibedah adalah buku Grammar in Text dan Our Two Cents. Kedua buku ini ditulis oleh Winda Ari Anggraini dan anak bimbingannya di bawah kelas menulis (writing class).

Dr. Dina Oktavia sebagai pembedah kedua buku ini mengaku sangat takjub dengan hasil tulisan tersebut. Buku Grammar in Text adalah sebuah buku yang adalah tools atau alat yang sangat baik bagi orang-orang yang ingin belajar bahasa inggris secara lebih mudah. Namun secara objektif, Dr. Dina mengaku masih ada sedikit koreksi terutama tentang kaidah penulisan buku dalam Bahasa Indonesia.

Berdasar hal tersebut, beliau berharap nantinya sedikit kekurangan tersebut dapat diperbaiki agar menjadi buku yang lebih baik lagi.

Selanjutnya Dr. Dina membedah buku Our Two Cents: Student’s Voice about Corona Virus. Menurut beliau, buku yang ditulis oleh siswa-siswa SMA Negeri 1 Manggar tersebut sudah lengkap mengulas Corona Virus dalam berbagai sudut pandang.

“Saya melihat semangat yang besar untuk belajar cara menulis,” ungkap Dr. Dina.

Selain itu, Dr. Dina mengatakan bahwa buku tersebut sudah membahas secara komprehensif tentang corona virus. Beliau juga berharap buku tersebut sebaiknya juga didokumentasikan dalam Bahasa Indonesia sehingga dapat menjangkau pembaca yang kesulitan berbahasa inggris. Secara umum Dr. Dina mengatakan bahwa kedua buku yang beliau bedah sudah sangat baik dan spesial namun bisa sedikit direvisi agar menjadi luar biasa.

Dari Spasial Menjadi Spesial merupakan buku keempat yang dibedah dalam acara ini. Syarifah Amelia, S.Si, MT, pembedah untuk buku ini juga mengaku sangat terkesan dengan tulisan Jamilah Rachmaningsih ini.

“Buku ini menarik sekali, bab pertama dari buku ini sudah mengajarkan kita semua tentang Geografi bukan Egografi,” ungkap beliau. Selain itu, beliau juga menyebutkan bahwa buku ini memberikan gambaran untuk siswa bagaimana pemahaman tentang Geografi dapat mengubah pandangan tentang hidup.

“Salut untuk penulis yang benar-benar mengulas sisi lain dari Geografi,” pungkasnya.

Terakhir, buku Gerbang Menulis dan Sosioliterasi karya Ares Faujian dan siswa dalam kelas menulis Sosioliterasi dibedah oleh Subrata. Founder dan Pimpinan Redaksi media online jabejabe.co ini mengaku benar-benar terharu. Hal ini dikarenakan buku Sosioliterasi secara tidak langsung juga merupakan buku yang lahir dari jabejabe.co.

“Yah saya sebenarnya sangat bersyukur, buku Sosioliterasi merupakan karya yang sudah pernah kami terbitkan di laman kami,” ungkap Subrata.

Namun, dalam komentarnya Subrata mengaku bukan hal mudah untuk dapat menerbitkan tulisan siswa.

“Kadang kurang jelas idenya atau ejaannya, namun selama masih dapat diperbaiki kami akan kami perbaiki”, ungkap Subrata.

Selanjutnya, Subrata membahas mengenai buku Gerbang Menulis.

Menurut beliau buku tersebut dapat juga disebut sebagai biang. Artinya buku tersebut dapat memberikan petunjuk bagaimana dapat menulis untuk khalayak yang hendak belajar menulis.

“Jika Dr. Zakina menyebutkan bahwa bapak buku karangan Sabarudin adalah biang untuk buku-buku terbaik khusus guru, nah buku pak Ares ini adalah biang untuk khalayak umum guna belajar menulis,” pungkas Subrata. (fg6)

Editor: jb