Sistem Absen dan Cuci Tangan Rentan Penularan COVID-19? Beliadi Sampaikan Saran ke BKDSDM se Babel

oleh -
Sistem Absen dan Cuci Tangan Rentan Penularan COVID-19 Beliadi Sampaikan Saran ke BKDSDM se Babel (2)
Ilusttrasi. (net)

MANGGAR, JABEJABE.co – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi, S.IP, meminta Badan Kepegawaian Daerah Sumber Daya Manusia (BKDSM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan seluruh kabupaten kota yang ada di Babel agar mencari formula yang aman cara absen.

Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Babel tersebut, absen mengunakan tanda tangan yang pena dan bukunya dipakai bergantian, serta absen dengan menggunakan sidik jari sangat berbahaya. Apalagi Babel dan khususnya Belitung yang saat ini penularan Corona Virus Disease (COVID-19) sudah melalui transmisi lokal.

Pemerintah, menurut Beliadi, seharusnya menjadi pemberi contoh utama bagi masyarakat dalam menjalankan cara hidup dan beraktifitas sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Absen menggunakan tanda tangan dengan buku – pena dan alat rekam sidik jari yang dipakai bergantian sangat berbahaya. Belum lagi di semua tempat yang disediakan alat cuci tangan, kran airnya masih menggunakan tangan untuk memutar kran dan sabunnya masih pakai sisem pencet yang setiap hari dipakai beramai-ramai,” kata Beliadi.

Bukan tanpa alasan, karena berdasarkan survei, Beliadi belum melihat pemutar kran dan pemencet sabun yang tidak menggunakan tangan langsung.

Maka dari itu, dirinya memohon kepada seluruh BKDSDM di Babel agar mencari formula atau cara baru untuk ASN, yakni PTT dan PNS untuk absen. Apalagi penerapan absen ini pagi dan sore. Bahkan, ada yang empat kali, pagi dan siang dua kali dan sore.

Kalau ada yang terpapar corona, imbuh Beliadi dengan nada khawatir, maka semua yang absen rentan terjangkit. Lalu yang terjangkit pulang ke rumah dan bergaul dengan keluarga. Kemudian anggota keluarga bergaul dengan teman.

“Satu hari bisa terjadi ribuan transmisi lokal. Saya pikir absen bisa dengan foto atau peninjauan masing-masing kepala divisi, kabid atau kasi,” usulnya.

Hal ini, yakni sistem absen yang aman, imbuh Beliadi, untuk memutus mata rantai penularan corona virus menyebar kemana-mana.

“Kita terapkan total protokol kesehatan dari ASN yang ada di lingkungan pemerintah dulu,” sarannya.

Sekali lagi, dari hati yang paling dalam Beliadi meminta BKDSDM agar menggunakan cara yang aman dalam penerapan absen. (rel)

Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *