Bak Siluman! Pertalite Ngantri tapi Kios Eceran Kosong, Pertamina: Tak Ada Pengurangan Stok

oleh -
Bikin Puyeng! Pertalite Ngantri, Pertamax Nihil Seminggu. Pertamina, Tak Ada Pengurangan Stok
Deretan mobil antre BBM jenis pertalite pada salah satu SPBU di Kabupaten Belitung Timur. Foto: sue/jabejabe.co

Reporter: mdx | Editor: sue

BELITUNG, JABEJABE.co – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan pertamax di sejumlah SPBU Pulau Belitung bak siluman. Tidak tahu penyebabnya apa. Nyatanya, banyak masyarakat umum mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan pertalite.

Beberapa hari belakangan ini terpantau banyak kendaraan yang mengantri, mulai dari roda dua sampai roda empat, dengan antrean tak seperti biasanya.

Jarak antrean bahkan mencapai hingga beberapa kilometer. Tak jarang, terkadang masyarakat yang mengantri tidak mendapatkan jatah BBM jenis pertalite.

Berdasarkan pantauan jabejabe.co pada beberapa SPBU di Kabupaten Belitung, hanya ada jenis BBM pertalite saja, sedangkan pertamax tidak masuk dalam seminggu terakhir

Terkait pertamax, media ini mendapatkan info dari salah satu petugas SPBU yang tak mau disebutkan namanya.

Kata dia, pertamax kosong sudah satu minggu ini. Hanya pertalite saja yang masuk, tidak tahu alasannya kenapa pertamax kosong selama seminggu terakhir.

Selain di Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur juga sulit untuk mendapatkan BBM jenis pertalite. Biasanya banyak berjejer di kios-kios kecil, namun ini tidak ada sama sekali.

Kekosongan BBM jenis Pertalite juga ditemukan di Kecamatan Membalong. Bahkan harga BBM jenis Pertalite di Kecamatan Membalong mencapai Rp 240 ribu per jerigennya.

Itu diungkapkan salah satu warga Kecamatan Membalong, Adi Putra. Saat ditanya jabejabe.co, ia mengaku sangat kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis pertalite dengan harga yang wajar untuk saat ini.

“Biasanya kan harga pertalite kalau di eceran Rp 9 ribu, untuk sekrang ini bisa mencapai Rp 12 ribu, sedangkan pertamax biasanya Rp 13 ribu kini mencapai Rp 15 ribu per liternya,” kata Adi.

Padahal, sebagaimana kita ketahui, harga normal pertalite saat ini di SPBU yaitu Rp 7.650 per liter, sedangkan pertamax Rp 12.750 per liter.

“Mohon kepada pemerintah agar bisa menemukan jalan keluar terkait sulitnya BBM ini, apalagi kami ini jaraknya jauh dari kota Tanjungpandan,” ujar Adi.

Mencari jawaban atas kondisi tersebut, jabejabe.co mengonfirmasi pihak perwakilan Pertamina Kabupaten Belitung, yakni Haris Hanza selaku Sr. Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Baca Juga:  Mengerit dan Mengecer BBM Dipidana Jika . . .

Saat dihubungi jabejabe.co melalui pesan WhatsApp, Haris Hanza mengatakan, berdasarkan siaran Pers yang diterimanya, untuk wilayah Kabupaten Belitung tidak ada pengurangan stok.

“Kita tetap komitmen memenuhi kebutuhan BBM di Kepulauan Belitung,” kata Haris.

Untuk itu, lanjutnya, jika di lapangan terdapat indikasi penyalahgunaan BBM, masyarakat bisa langsung menghubungi aparat keamanan dan juga bisa langsung menghubungi Pertamina call center di 135.

Di sisi lain, melalui siaran pers yang disampaikan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga SH C&T, Alfian Nasution menjelaskan, Mengusung semangat Energi untuk Istiqamah, Pertamina pada Bulan Suci Ramadhan dan menyambut Idul Fitri 1443 Hijriah ini terus teguh, bekerja keras dalam menjalankan amanah mendistribusikan energi bagi masyarakat mengingat pada tahun ini kebutuhan BBM, LPG, dan juga Avtur akan mirip seperti kondisi normal dengan terus terkendalinya pandemi. Pertamina hadir untuk Melayani, Berbagi, dan memberikan program khusus.

Alfian melanjutkan, tren konsumsi energi masyarakat sejak awal tahun 2022 yang terus menunjukkan peningkatan dan mendekati konsumsi masyarakat sebelum pandemi. Untuk memastikan kebutuhan terpenuhi, Pertamina Patra Niaga terus memastikan stok selalu tersedia untuk menyeimbangkan permintaan dengan suplai yang disalurkan untuk masyarakat. Per 9 April ini tercatat rata-rata ketahanan seluruh produk BBM di atas 16 hari, LPG di level 13 hari, dan Avtur di atas 33 hari.

“Pertamina terus mengamankan suplai pasokan dan proses produksi sepanjang Bulan April dan Mei memastikan stok selalu dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Ketahanan stok dan proses distribusi turut kami monitor secara real time melalui Integrated Enterprise Data & Center Command Center (IEDCC) yang merupakan pusat informasi penyaluran energi mulai dari hulu hingga hilir selama 24 jam. Melalui Command Center ini stok kritis di SPBU dapat termonitor dan dapat menjadi prioritas Utama pengiriman BBM,” tambah Alfian.

Sementara itu Area Manager Communication Relations & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga telah melakukan antisipasi untuk peningkatan kebutuhan energi masyarakat Sumbagsel selama Ramadhan hingga menjelang masa mudik lebaran.

Baca Juga:  Update Covid-19 Belitung: 32 Orang Terpapar Hari Ini

“Pertamina Patra Niaga Sumbagsel kembali membentuk Tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) untuk memastikan antisipasi terhadap proyeksi tersebut. Mulai 11 April hingga 10 Mei akan dimonitor stok dan proses distribusi ke masyarakat,” Kata Nikho.

Untuk wilayah Bangka Belitung sendiri, jenis bahan bakar Pertamax Series diproyeksikan meningkat sebesar 29.2 persen, Dex series di prediksi mengalami sedikit penurunan dari rerata konsumsi harian saat ini, sedangkan Pertalite diprediksi akan meningkat sebesar 14.4 persen, lalu untuk Bio Solar diprediksi akan sedikit mengalami peningkatan dari rerata konsumsi harian saat ini, khususnya pada saat menjelang lebaran, untuk Avtur sendiri akan ada peningkatan dari rerata konsumsi harian, dan dari sisi LPG juga sudah diprediksi meningkat sebesar 12.4 persen jika dibandingkan konsumsi normal.

Pertamina berkomitmen dan siap menyediakan seluruh kebutuhan energi masyarakat sepanjang Bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.

Nikho berharap bahwa seluruh usaha dan pelayanan distribusi energi bagi masyarakat ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kami bangga dapat melayani masyarakat. Dengan terjaganya ketahanan energi kami berharap masyarakat dapat menjalankan Ibadah Puasa dan Idul Fitri dengan nyaman dan tenang. Mewakili Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel kami mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin dan selamat menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan,” tutupnya.

Pertamina juga memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang terus dapat mengungkap tindak-tindak penyalahgunaan penyaluran BBM, seperti pengungkapan oleh Polda Bangka Belitung yang berhasil menindak pelaku penimbunan dan penyalahgunaan Bio Solar Subsidi.

Jika masyarakat membutuhkan informasi serta layanan Pertamina Patra Niaga selama masa Ramadhan dan Idul Fitri, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pelanggan Pertamina Call Center (PCC) 135 yang selalu siaga selama 24 jam.*

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.