Setahun, 20 Orang PNS di Beltim Minta Pindah

by -
Setahun, 20 Orang PNS di Beltim Minta Pindah (1)
Sekda Beltim IKhwan Fahrozi saat meninjau ruang CAT BPKSDM Beltim.

MANGGAR, JABEJABE.co – Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur Ikhwan Fahrozi meninjau pelaksanaan hari pertama Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Ruang CAT Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Selasa (8/9/2020).

Ikhwan yang didampingi Inspektur Kabupaten Beltim Haryoso datang untuk melihat langsung kesiapan panitia seleksi dan peserta terutama dalam menjalankan protokol kesehatan dan hal teknis selama pelaksanaan seleksi CPNS.

“Dari panitia kita lihat sudah menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, pesertanya pun sudah memakai masker, faceshield dan juga sarung tangan. Begitu juga fasilitas semuanya sudah baik,” kata Ikhwan.

Ikhwan berharap siapa pun yang lulus dalam seleksi CPNS akan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Beltim, terutama untuk melayani masyarakat. Bukan hanya sekedar mencari pekerjaan namun lebih kepada pengabdian bagi pembangunan di Kabupaten Beltim.

“Jangan sampai nanti baru satu dua tahun diangkat PNS terus minta pindah. Soalnya akhir-akhir ini sangat banyak yang mengajukan untuk mutasi ke luar Beltim. Ini jadi kendala Pemda kita, karena kita sebagai daerah pemekaran sangat membutuhkan SDM,” aku Ikhwan.

Meski Pemerintah Pusat sudah membuat regulasi yang memprioritaskan putra daerah dan kontrak kerja selama belasan tahun agar tidak mengajukan pindah, tetap saja masih banyak PNS baik yang baru maupun lama yang minta pindah. Bahkan setiap tahunnya kurang lebih 20 orang PNS Kabupaten Beltim minta pindah atau mutasi ke luar daerah.

“Kebanyakan memang asalnya dari luar (Kabupaten Beltim). Namun ada kasus per kasus yang orang sini juga, cuman karena ikut suami di tugas luar, kesehatan orang tua, atau dengan berbagai alasannya,” ungkap Ikhwan.

Dari jumlah tersebut hanya sedikit sekali yang diberikan izin untuk pindah mutasi. Lantaran diakui Ikhwan ada regulasi yang mengatur mengenai alasan mutasi PNS.

“Biasanya ada juga karena suaminya anggota TNI/Polri yang sering berpindah-pindah. Inilah kendala kita karena memang ada aturan yang memperbolehkan alasan seperti itu, namun satu sisi kita kekurangan,” ujar Ikhwan.

Sumber: Diskominfo Beltim
Editor: sue