Sering Mengatakan Ingin Bunuh Diri, IRT Berusia 60 Tahun Asal Kelapa Kampit Ini Ditemukan Tergantung di Pohon Nangka

by -
Sering Mengatakan Ingin Bunuh Diri, IRT Berusia 60 Tahun Asal Kelapa Kampit Ini Ditemukan Tergantung di Pohon Nangka (2)
Jajaran Polsek Kelapa Kampit bersama Tim Satreskrim Polres Beltim saat berada di TKP, Kamis (21/5/2020). Foto: Humas Polsek Kelapa Kampit for Jabejabe News.

KELAPA KAMPIT, JABEJABE.co – Usai kejadian gantung diri terjadi di Desa Mayang pada 3 April lalu, kini peristiwa gantung diri kembali terjadi desa yang sama di Kecamatan Kelapa Kampit.

Korban diketahui seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial RA (60), warga Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP Galih Widyo Nugroho, seizin Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo, mengungkapkan, kronologi diketahuinya peristiwa bunuh diri tersebut berawal pada hari Kamis (21/5/2020).

Lebih lanjut dijelaskan AKP Galih, saat itu, yakni di hari Kamis, sekitar sekitar pukul 08.30 WIB, Suami korban, yakni RS, sedang membuat ketupat lebaran di rumahnya. Tak selang berapa lama, saudari AT datang ke rumah Ruslan.

“Kepada saudari AT ini, RS bertanya apakah istrinya, yaitu RS ada main ke rumah AT, namun AT menjawab tidak ada. Mendengar jawaban AT, justru membuat Ruslan panik,” terang Kasatres AKP Galih.

Panik dari jawaban AT bukan tidak beralasan, kata AKP Galih, sebab suami korban sering mendengar bahwa istrinya ingin bunuh diri. Seketika itu juga Ruslan meminta tolong para tetangga sekitar untuk membantu mencari RS.

Korban RS tak langsung ditemukan. Setelah hampir tiga jam, yakni sekitar pukul 11.15 WIB, saudara AM menemukan saudari RA telah tergantung di pohon nangka yang terletak 100 meter di belakang rumah saudari RA tersebut.

“Melihat kondisi ini, saudara AM berteriak mintak tolong. Tidak berapa lama datang anak korban yang bernama YI dan langsung menolong ibunya dengan cara melepaskan tali yang berada di leher korban,” ujar AKP Galih.

Setelah tali dilepas, korban langsung dibawa ke rumahnya, namun ternyata korban sudah meninggal dunia. Kemudian korban dibawa ke puskesmas Kelapa Kampit untuk diperiksa, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian untuk ditindak lanjuti.

Sehubungan dengan peristiwa ini, AKP Ghalih mengimbau masyarakat Kelapa Kampit khususnya dan Belitung Timur secara umum untuk selalu bersabar menghadapi deraan hidup, karena setiap masalah akan selalu ada jalan keluar. Bagaimana pun, masalah tidak akan selesai dengan cara pintas dan justru berakibat tidak baik bagi diri sendiri.

“Dekatkan diri kepada Tuhan dengan cara beribadah dan berdoa kepada-Nya,” saran AKP Ghalih.

Tujuan penulisan berita atau pun informasi dari peristiwa ini tidak untuk dijadikan inspirasi. Melainkan sebagai pelajaran agar tidak melakukan hal serupa jika mengalami beban atau masalah dalam hidup.

Jangan ragu bercerita dan konsultasi ke psikolog/psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa apabila Anda memerlukan konsultasi masalah kejiwaan.

Hotline Kesehatan Jiwa di rumah sakit daerah atau rumah sakit jiwa, serta lembaga terkait telah tersedia untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Reporter: jb2
Editor: sue