Sepucuk Surat dari Kelelawar

by -
Sepucuk Surat dari Kelelawar

Oleh: Chou Zi Guang

Saya dipanggil KELELAWAR dan saya memiliki sesuatu yang sangat istimewa.

Dalam diriku mengandung ribuan racun penyakit.

Seperti virus anjing gila super ganas, virus Ebola, virus Han Da dan berbagai virus-virus lain yang mematikan.

Sumbangsihku kepada umat manusia adalah mengumpulkan virus-virus ganas dalam diriku sebagai tempat berlindung, agar tidak bertaburan di luar dan mengganggu keselamatan umat manusia.

Saya menyadari seluruh tubuhku adalah racun, maka saya rela bersedia tinggal di lubang-lubang goa yang gelap dan dingin.

Dengan mengandalkan kekuatan sendiri selama puluhan ribu tahun, semua virus itu saya tutup dan kunci rapat-rapat.

Malam-malam keluar dan subuh kembali dalam kesepian dan kesendirian.

Bahkan, dengan sengaja saya menampilkan wujud wajah seram dan mengerikan, agar membuat manusia menjauhiku dan tidak menyentuhku.

Akan tetapi tidak pernah terbayangkan bahwa umat manusia tidak dapat mengendalikan sikap serakah dan nafsu makan mereka.

Wahai umat manusia, tahukah kalian jika membuka kotak Pandora, maka seluruh virus petaka akan berhamburan keluar menjerat kalian.

Kalian bisa menjadikanku sebagai santapan yang lezat, tapi virus-virus di tubuh saya akan kehilangan tempat tinggalnya.

Virus-virus ini perlu mencari rumah baru bagi mereka dan tubuh kalian penuh dengan lemak dan daging. Bukankah itu merupakan tempat yang cocok untuk virus-virus ini.

Saya hanya bisa mengeluh dengan penuh penyesalan.

Seluruh jerih payah saya selama ini pada akhirnya semua dirusak.

Saya hanya dapat membantu manusia menyampaikan Hukum Alam Semesta.

Melindungi hewan-hewan di alam semesta, sebenarnya bukan melindungi mereka, tapi justru untuk melindungi umat manusia.

Saya ingin lebih mendalam menyampaikan, kehidupan manusia haruslah harmonis dengan alam.

Manusia sebenarnya adalah mahkluk kecil di dalam alam semesta ini. Janganlah manusia beranggapan bahwa dengan tercipta sebagai manusia lalu tidak ada yang ditakuti, sehingga mengganggap diri yang paling hebat dan berkuasa.

Hukum Alam sangat adil, saat engkau tidak menghargai kehidupan mahkluk lainnya, bencana dan malapetaka sudah diambang mata.

Terakhir, saya masih ingin mengingatkan pada manusia, bahwa surat ini tidak mewakili pribadi para Kelelawar, tapi mewakili juga para Ular, Tikus, Burung-burung, Jangkrik, Belalang, Bintang Laut, Kuda laut dan seluruh hewan di Alam semesta ini.

Terjemah: Tim INLA Bali & IVA Bali.
Editor: sue