Sepen Buding Warnai Keragaman Budaya Pada Destinasi Geopark Open Pit Nam Salu

by -
Sepen Buding Warnai Keragaman Budaya Pada Destianasi Geopark Open Pit Nam Salu
Muda-mudi Belitung Timur menggelar Tarian Sepen Buding di wisata Geopark Open Pit Nam Salu. Foto: Istimewa.

KELAPA KAMPIT, JABEJABE.coSepen Buding turut mewarnai keragaman budaya di destinasi wisata Geopark Belitong, Open Pit Nam Salu.  Penampilan ini dipersembahkan oleh Sanggar Istana Yudha dari Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit – Belitung Timur.

Tarian Sepen Buding merupakan kumpulan dari rangkaian gerak yang melambangkan semangat kebersamaan, keakraban dan kekeluargaan. Tarian ini biasa dipersembahkan untuk menyambut para tetamu dan juga sebagai hiburan untuk para wisatawan yang datang pada event kepariwisataan di Belitung Timur.

Open Pit Nam Salu adalah sebuah objek wisata minat khusus yang ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancangera. Para wisatawan ini sengaja datang untuk melihat keindahan Open Pit Nam Salu dengan danau biru di tengah bekas galian besar serta sejarah penambangan timah.

Saat ini, Open Pit Nam Salu dikelola oleh Badan Pengelola Open Pit Nam Salu yang disingkat Bapopnas, para anggotanya terdiri dari pemuda-pemudi yang berdomisili di sekitar area Open Pit Nam Salu.

English Version

Sepen buding (a dance and music malay like zapin which performed by people in Belitong Island) was performed by Sanggar Istana Yudha/local music and dance group from Buding village, the District of Kelapa Kampit – East Belitung in Open Pit Nam Salu.

Tarian sepen/sepen dance is a series of motion that symbolizes togetherness, friendship and kinship, sepen dance often performed for welcoming the official guests and tourists in the tourism event of East Belitung.

Nowdays, open pit were visited by many tourists, and managed by Bapoknas/tourism activists group. (rel)

Editor: jb4
Sumber: Disbudpar Beltim