Sepanjang tahun 2020, Jumlah Kecelakaan Lalu Lantas di Beltim Turun 36 Persen

by -
Sepanjang tahun 2020, Jumlah Kecelakaan Lalu Lantas di Beltim Turun 36 Persen (2)
Suasana Konferensi Pers yang dipimpin Waka Polres Belitung Timur Kompol Agus Handoko, SH, yang dihadiri pejabat utama Polres Beltim, dan undangan para awak media, Rabu (30/12/2020). Foto: Doc. Polres Beltim.

MANGGAR, JABEJABE.co – Kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di wilayah hukum Polres Belitung Timur (Beltim) mengalami penurunan di sepanjang tahun 2020, yakni hanya terdapat 16 kasus. Untuk diketahui, pada tahun 2019 terdapat 25 kasus laka lantas. Dengan demikian, ada selisih sembilan kasus atau bisa dikatakan adanya pengurangan 36 persen pada tahun 2020 dibanding tahun 2019.

Hal ini sebagaimana dikatakan Kasat Lantas Polres Belitung Timur AKP Sugraito, S.H., dalam keterangannya kepada media baru-baru ini dalam konferensi pers terkait rekapitulasi kasus Laka Lantas di sepanjang tahun 2020.

Lebih lanjut disampaikan AKP Sugraito, dari 16 kasus Laka Lantas pada tahun 2020, diantaranya 14 orang meninggal dunia (MD), 7 (Tujuh) orang mengalami luka berat (LB), dan 9 (Sembilan) orang dengan luka ringan (LR).

“Seperti halnya jumlah Laka Lantas yang mengalami penurunan 36 persen di Tahun 2020, jumlah orang yang MD pun turun 39 persen, LB turun 75 persen, dan LR turun 52,6 persen,” ungkap AKP Sugraito.

Penurunan yang signifikan juga terjadi pada penanganan kasus Laka Lantas. Yang mana menurut Kasat Lantas Polres Beltim ini, terjadi penurunan sebanyak 71 persen dalam proses penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana dalam berlalu lintas sebagai pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap atau P21, yakni berkas perkara yang lengkap serta sudah bisa dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Jadi hanya ada dua kasus Laka Lantas yang P21 di tahun 2020 atau mengalami penurunan sebanyak 71 persen dibandingkan tahun 2019 yakni sebanyak tujuh kasus,” terangnya.

Adapun terkait dengan kasus Laka Lantas yang di-SP3-kan artinya dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan, sebagian besar merupakan kasus-kasus Laka Tunggal. Sehingga, pihak Satlantas Polres Beltim tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Ada 12 kasus Laka Lantas yang di-SP3-kan di tahun 2020, tujuh kasus diantaranya merupakan Laka Tunggal,” kata AKP Sugraito.

Menurut AKP Sugraito, penurunan angka Laka Lantas yang terjadi di Belitung Timur merupakan hal positif yang harus terus menjadi perhatian dan perlu ditingkatkan (minimnya angka kecelakaan) dengan kepatuhan dalam berlalu lintas. (*/)

Editor: Subrata