Pelatih SSB Protes Askab PSSI Belitung Seleknas U-16 dan U-19 by Data

by -
Pelatih SSB Protes Askab PSSI Belitung Seleknas U-16 dan U-19 by Data (1)
Ilustrasi seleksi pemain sepakbola. (Net).

BELITUNG, KABEJABE.co – Adanya Surat Edaran Seleksi Nasional (Seleknas) untuk pembentukan Tim Nasional Sepakbola Putra U-16 dan U-19 di Kabupaten Belitung menjadi semangat baru bagi pesepakbola remaja untuk bersaing ke tingkat nasional.

Kabarnya, Seleknas tersebut merupakan bentuk seleksi pemain muda untuk menghadapi Piala Asia U-16 tahun 2022 di Bahrain yang juga merupakan kualifikasi Piala Dunia U-17 tahun 2023 di Peru, serta Piala Asia U-19 di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia.

Surat Edaran tersebut pun telah disampaikan Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Bangka Belitung ke Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Belitung pada 3 Maret 2021 lalu.

Dalam surat itu, ASPROV PSSI Kepulauan Babel meminta Askab PSSI Belitung agar memberikan data pemain terbaik untuk tahun kelahiran 2003-2004 (U-19) dan tahun kelahiran 2006-2007 (U-16) maksimal 5 orang dari kategori U-19 dan 5 orang dari kategori U-16.

Namun demikian, Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) di Belitung tidak mendapatkan kabar baik berupa surat edaran tersebut. Uniknya, informasi yang sampai ke media ini, Seleknas tersebut sudah selesai digelar. Kok bisa?

Di daerah lain yakni Bangka Barat, informasi yang membangkitkan semangat pesepakbola muda ini sudah beredar di media sosial. Kabar tersebut diunggah akun Armus Hendrawan di laman facebook-nya.

“Yoh Adek2 q sebangka barat, Alhamdulillah tajapan menuju TimNas dibuka. Manfaatken kesempatan emas ni utk menggapai cita2 menjadi Pesepakbola level TimNas. Insyaa ALLAH…,” tulis Armus Hendrawan.

Unggahan Armus Hendrawan pun kembali di-share akun Evo Desti Ardiansyah, seraya pun menuliskan komentar, “Bangka barat la..belitong ape habar e ?? Adem ayem macam e..skrg la tgl 05….”

Menanggapi hal ini, salah satu Pelatih SSB Desa Batu Itam Kecamatan Sijuk Kab Belitung, Rudy mengatakan kabar tersebut diketahuinya dari salah satu grup WhatsApp pada tanggal 4 Maret lalu.

Rudy berharap akan ada informasi dari Askab PSSI Belitung untuk menginformasikan hal yang serupa. Namun setelah ditunggu-tunggu surat pemberitahuan tersebut tak kunjung ia peroleh.

“Kalau ada Seleknas mohon terbuka. Walaupun bukan Seleknas, seleksi apapun itu jangan tertutup, harus terbuka,” ujar Rudy.

Sebagai Pelatih SSB, Rudy mengaku saat ini kegiatn latihan yang ia lakukan terhadap anak didiknya seperti tidak ada tujuan.

Di sisi lain pelatih BMP Padang Arok, Sony juga menyampaikan tanggapan mengenai Seleknas. Menurutnya kegiatan Seleknas di masa pandemi memang serba sulit.

Akan tetapi, lanjut Sony, ada baiknya surat edaran Seleknas ini diinformasikan ke semua klub yang tergabung di dalam Askab PSSI Belitung.

“Agar Seleknas tersebut banyak diketahui khalayak ramai. Kemudian dengan adanya informasi (Surat edaran) itu, ke depannya untuk memotivasi anak-anak muda agar bisa lebih giat lagi dalam latihan bola,” sebut Sony.

Karena menurutnya semua pemain punya kesempatan untuk ikut Seleknas. Namun demikian, diakui Sony bahwa semua itu kembali pada kebijakkan ASKAB.

Ia pun menyarankan, cara bijak untuk seleksi bisa saja dengan cara memanggil pemain yang ada di dalam database.

Pelatih lainnya, Lucky berharap pemain juniornya diberikan kesempatan jika memang ada kegiatan seleksi.

Ia menilai, jika memang ada informasi Seleknas seperti ini, setidaknya membuka harapan baru dan membangunkan mimpi yang tertunda bagi anak-anak.

“Lolos tidak lolosnya saat Seleknas, namun mereka sudah merasakan gimana rasanya seleksi. Dan, anak-anak sudah merasakan atmosfir seleksi itu seperti apa,” pungkas Lucky yang kini menjadi pelatih SSB Bintang Muda Belitung.

Adapun pandemic saat ini menurut Lucky bukan menjadi suatu alasan tidak diadakan seleksi. “Buktinya Timnas Indonesia saja ada tanding, yah yang penting protokol kesehatannya diterapkan,” sebutnya.

Sebagai pelatih Lucky pun senada dengan Pelatih Rudy. Menurutnya menjaga semangat latihan anak-anak muda di tengah minimnya kompetisi atau pun turnamen kejuaraan bukan hal mudah. Ditambah lagi sudah lama tidak ada kabar dari Askab.

“Takutnya lama-lama mereka (Pemain junior) jenuh karna tidak ada tujuan ke depannya,” tukas Lucky.

Adapun mengenai Surat Edaran Seleksi Nasional U-16 dan U-19, Lucky mengaku memang belum pernah sampai ke klub-klub. “Informasinya juga tidak ada,” imbuhnya.

Diakui Lucky, walaupun banyak pesepakbola muda Belitung yang belum go nasional, namun harapan ini akan pupus ketika para pemain muda mendengar kabar kurang baik.

Tak hanya dikeluhkan pelatih, seorang pemerhati sepakbola Belitung, Akram juga menyayangkan jika Askab PSSI Belitung tidak merealisasikan maksud dari surat edaran tersebut.

“Askab seharusnya lebih tanggap akan hal ini. Karena apa? Seleknas ini adalah sebagai motivasi untuk para pemain bibit muda,” kata Akram

Lebih lanjut ia berharap Seleknas ini terbuka untuk pemuda-pemuda dan jangan hanya berdasarkan data.

“Ini untuk warga Indonesia juga. Siapa tahu dari sekian banyak pemain muda yang ada di wilayah Kabupaten Belitung ini nantinya ada yang terjaring masuk Seleknas tersebut,” ujarnya.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *