SAH! SMAN 1 Manggar dan SMPN 1 Dendang MOU Sekolah Imbas Program Gerbang Menulis

by -
SAH! SMAN 1 Manggar dan SMPN 1 Dendang MOU Sekolah Imbas Program Gerbang Menulis (1)
Penandatangan MOU antara SMA Negeri 1 Manggar dengan Sekolah Imbas Literasi SMP 1 Dendang, Kamis (11/2/2021). Foto: Ist.

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Tidak ingin menyimpan sendiri kiat menjadi sekolah yang literat, SMA Negeri 1 Manggar kembali melakukan gebrakan.

Pendampingan dan pengimbasan program “Gerbang Menulis” (Gerakan Pengembangan Menjadi Penulis) dengan sekolah mitra mulai dilakukan oleh SMA Negeri 1 Manggar, Kamis (11/02/2021).

Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa agar memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

Pendampingan dan pengimbasan ini nantinya akan lebih ditekankan pada pelatihan menulis baik untuk siswa ataupun guru.

Sekolah pertama yang menantangani nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan pendampingan dan pengimbasan program gerbang menulis adalah SMP Negeri 1 Dendang.

Penandatangan ini berlangsung tepat pukul 11.30 WIB bertempat di ruang serbaguna SMP Negeri 1 Dendang. Disaksikan oleh para guru dan siswa, kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin, dan kepala SMP Negeri 1 Dendang, Shintaria. Dengan adanya kesepakatan ini, SMP Negeri 1 Dendang telah resmi menjadi sekolah mitra SMA Negeri 1 Manggar dalam pengembangan gerakan literasi.

“Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah kelanjutan dari program gerbang menulis yang sebelumnya telah kami lakukan,” ucap Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin.

Beliau juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya SMA Negeri 1 Manggar dalam menyebarkan virus literasi kepada sekolah mitra.

“Saya rasa SMA Negeri 1 Manggar tidak boleh menyimpan sendiri kiat-kiat sukses dalam menjadi sekolah literat. Oleh sebab itu, kami dalam hal ini ingin berbagi kepada sekolah-sekolah mitra tentang kiat-kiat yang kami lakukan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, beliau juga mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan secara teoritis namun dilakukan pendampingan secara langsung.

Terakhir, Sabarudin juga mengatakan bahwa penantanganan nota kesepahaman ini adalah bentuk konkret kepedulian dua sekolah dalam memajukan dunia literasi.

“Kegiatan dan kerjasama ini tidak akan terlaksana jika tidak disambut baik oleh sekolah mitra. Oleh sebab itu, saya benar-benar mengapresiasi SMP Negeri 1 Dendang yang telah luar biasa semangat. Saya harap sekolah-sekolah lainnya nanti juga memiliki semangat yang luar biasa seperti ini,” pungkas Sabarudin.

Ditemui di sela acara, kepala SMP Negeri 1 Dendang, Shintaria sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Manggar ini.

“Saya pribadi dan pihak sekolah sangat menyambut baik kegiatan ini”, ucapnya.

Shintaria juga mengaku bersyukur dapat menjadi sekolah imbas literasi SMA Negeri 1 Manggar.

“Alhamdulillah, pastinya kami sangat bersyukur dapat menjadi sekolah mitra dalam pendampingan dan pengimbasan literasi ini. Saya juga berpendapat bahwa SMA Negeri 1 Manggar sudah melakukan hal yang sangat bijak, karena sudah seharusnya dilakukan sekolah yang mempunyai keunggulan di suatu bidang untuk memberikan imbas kepada sekolah-sekolah lainnya,” ungkap Shintaria.

Tidak hanya itu, Shintaria berharap kerjasama dan kegiatan ini dapat terus berlanjut.

“Saya harap kedepannya kerjasama ini terus dapat dilakukan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat siswa dalam menulis serta tentunya berdampak pada peningkatan prestasi SMP Negeri 1 Dendang,” ucapnya.

Terakhir beliau juga berharap warga SMP Negeri 1 Dendang untuk terus konsisten dalam berliterasi.

Tidak hanya penandatanganan nota kesepahaman, kunjungan ke SMP Negeri 1 Dendang juga langsung diisi dengan pelatihan menulis bagi siswa. Kegiatan ini menghadirkan Ares Faujian, Guru penulis SMA Negeri 1 Manggar dan Wakil Kepala SMA Negeri 1 Manggar bidang kesiswaan.

Ares dalam hal ini secara umum mamaparkan mengenai macam-macam literasi, terutama literasi menulis.

Ia juga memberikan tips dan trik dalam memulai memulai menulis untuk menghasilkan suatu tulisan yang baik. Namun Ares tidaklah sendirian, beliau juga ditemani oleh Muhammad Ghozi Ghazali dan Shella Mitha.

Keduanya merupakan siswa yang aktif dalam kegiatan penulisan serta merupakan ketua dan wakil ketua OSIS SMA Negeri 1 Manggar. Ghozi dan Shella dalam hal ini bertugas membimbing langsung siswa-siswi SMP Negeri 1 Dendang untuk praktek menulis secara langsung.

Setidaknya terdapat tiga jenis tulisan yang dilatihkan keduanya yaitu menulis puisi, pantun, dan quote.

“Sangat senang dapat berbagi pengalaman menulis dengan adik-adik di SMP Negeri 1 Dendang”, ucap Ghozi. Ia juga mengaku bahwa apa yang ia sampaikan merupakan hasil program gerbang menulis di SMA Negeri 1 Manggar.

“Saya dapat berbagi dengan adik-adik saat ini bukanlah hal yang instan. Saya juga pernah di posisi adik-adik yang sangat awam dengan dunia menulis. Namun berkat program gerbang menulis semuanya terasa lebih menyenangkan dan mudah untuk dilakukan,” ucap Ghozi.

Hal tersebut diamini oleh Shella yang juga menambahkan bahwa suatu saat ia berharap siswa/ siswi SMP Negeri 1 Dendang dapat juga berbagi dengan sekolah sekitar untuk terus menulis dan memperkaya dunia literasi.

“Ke depan manfaat program gerbang menulis ini kakak harapkan dapat juga kalian rasakan dan nantinya kalian bagikan ke teman-teman lain dalam satu sekolah ataupun sekolah lainnya,” pungkas Shella.

Ditemui setelah acara berlangsung, Okfi Utami salah satu siswa peserta pelatihan mengaku sangat senang dapat mengikuti pelatihan ini.

“Saya benar-benar senang karena memang jarang dan sepertinya belum pernah ada pelatihan seperti ini,” ucap Okfi.

Siswi kelas IX ini juga mengatakan kegiatan ini benar-benar memberikan pengalaman baru dan motivasi untuk menulis. Terakhir ia juga berharap nantinya akan terus dilakukan pelatihan dengan materi yang lebih beragam.

“Pastinya saya berharap nantinya materi yang diberikan bisa lebih banyak lagi. Misalnya pelatihan untuk menulis novel atau yang lainnya,” pungkas Okfi.

Harapan tersebut senada dengan beberapa siswa lainnya yang juga mengikuti pelatihan.*