Sejumlah Warga Empat Kecamatan di Beltim Divaksin dalam Giat Vaksin Program Gubernur Babel

by -
Sejumlah Warga Empat Kecamatan di Beltim Divaksin dalam Giat Vaksin Program Gubernur Babel

Masyarakat yang Divaksin dari Berbagai Elemen, Termasuk Lansia

Penulis: jb1 | Editor: su3

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – “Semakin merah, semakin kita serang!” Demikian petikan kalimat yang ditegaskan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan di salah satu lokasi vaksinasi di Babel pada Rabu 18 Agustus 2021 kemarin.

Adapun maksud Gubernur Babel adalah pihaknya akan terus bekerja keras menekan laju penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dengan berbagai strategi di zona-zona yang tingkat penyebarannya cukup tinggi atau zona merah.

Sebagaimana diketahui, kriteria zona merah berlaku untuk kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak lebih dari 10 rumah dalam satu RT selama seminggu terakhir.

Sementara itu di Belitung Timur (Beltim), giat vaksin Astrazeneca Gubernur Babel Dosis 1 (Pertama) bagi warga Beltim pada Kamis (19/8/2021) digelar Dinas Kesehatan Kab. Beltim pada empat kecamatan, Yakni Manggar, Gantung, Damar, dan Kelapa Kampit.

Adapun sasaran vaksinasi atau masyarakat yang dilakukan vaksinasi terdiri dari berbagai elemen, yakni Lanjut Usia (Lansia), Guru, Masyarakat Rentan, Masyarakat Umum, Pedagang, Pelayan Publik, Tenaga Kesehatan (Nakes), Pegawai BUMN, dan Pegawai Pemerintah.

Dari empat kecamatan tersebut, vaksinasi dilakukan terhadap 235 orang di Kelapa Kampit, 110 orang di Damar, 200 orang di Manggar, dan 219 orang di Kecamatan Gantung. Dengan demikian jumlah masyarakat yang divaksin berjumlah 764.

Terkait kegiatan ini, Anggota DPRD Prov. Kep. Babel Beliadi, S.IP memberikan apresiasi langkah Gubernur Babel dalam upaya menekan laju penyebaran COVID-19 di Belitung Timur.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kesadaran dan peran serta masyarakat dalam kegiatan vaksinasi Gubernur Babel yang dimotori Dinas Kesehatan Pemkab Beltim.

“Meskipun sudah divaksin, tetaplah menaati protokoler kesehatan (Protkes) dan menjalankan pola hidup bersih, karena meski sudah divaksin bukan tidak bisa terpapar COVID-19,” kata Beliadi.

Namun demikian, imbuhnya, bukan berarti vaksin tak bermanfaat, karena vaksin merupakan bentuk herd immunity.

“Herd immunity ini maksudnya ketika sebagian besar masyarakat sudah kebal terhadap COVID-19 otomatis memberikan perlindungan tak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal,” terang Beliadi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *