Begini Sebelas Poin yang Wajib Dipedomani Terkait PPKM di Beltim

by -
Begini Sebelas Poin yang Wajib Dipedomani Terkait PPKM di Beltim

Surat Edaran Ini Tindaklanjut Instruksi Mendagri Nomor 17 Tahun 2021 Tentang PPKM

Penulis: */ | Editor: su3

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Setidaknya, ada 11 (Sebelas) poin yang disampaikan Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kab. Beltim.

Sebelas poin itu terdapat dalam surat edaran tertanggal 19 Juli 2021 bernomor: 443/032/I/2021 tentang PPKM di Kab. Beltim yang diedarkan ke para Kepala OPD, dinas instansi vertical (BUMN dan BUMD), dan kepala desa se-Kabupaten Beltim.

Dijelaskan Burhanudin, surat edaran ini menindaklanjuti instruksi Mendagri Nomor 17 Tahun 2021 tentang PPKM darurat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan COVID-19.

Selain itu, menurut orang nomor satu di Beltim ini, pertimbangan PPKM ini melihat situasi dan kondisi perkembangan COVID-19 di Pulau Belitong, khususnya di Beltim.

Adapun dari hasil kesepakatan rapat Forkopimda tanggal 9 Juli 2021, dipandang perlu mengambil kebijakan tentang PPKM di Kab. Beltim serta sebagai upaya bersama seluruh masyarakat dan pemerintah untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di Beltim.

Disampaikan bupati, beberapa hal untuk dipedomani dan dipatuhi secara bersama diantaranya, pertama, kegiatan yang melibatkan kerumunan dan perkumpulan untuk sementara tidak diperboIehkan kecuali untuk tempat peribadatan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2021.

Selanjutnya yang kedua, dijelaskan bupati bahwasannya pelaku usaha warung kopi, cafe, pedagang kaki lima, restoran dan rumah makan mempersingkat waktu usaha sampai dengan pukul 20:00 WIB.

Untuk tempat-tempat perbelanjaan yang beroperasi sampai dengan pukul 20:00 WIB disampaikan Aan pada poin ketiga.

Adapun poin keempat adalah seputar kegiatan belajar mengajar yang semula akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Juli 2021 secara tatapmuka, akan dilakukan dengan cara Daring atau Luring.

“Yang kelima, aktifitas olahraga non personal dilaksanakan tidak melebihi dari kapasitas yang ada dan disarankan tidak lebih dari 15 orang,” ujar Aan, sapaan Bupati Beltim.

Pada poin keenam, Aan menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belitung Timur untuk mengurangi kegiatan bepergian ke Luar Daerah Kabupaten Belitung Timur selama PPKM diberlakukan.

“Hal-hal yang disebutkan pada poin 2 (dua) dan poin 3 (tiga) di atas efektif berlaku pada tanggal 10 Juli 2021 sampai dengan tanggal 19 Juli 2021 dan selanjutnya untuk poin yang lain akan diberlakukan mulai tanggal 12 Juli 2021 sampai dangan 19 Juli 2021. Akan dilakukan pemantauan oleh tim terpadu yang melibatkan Satpol PP Beltim, BPBD Beltim, TNI dan Polri serta para Camat dan Kades untuk melakukan pemantauan pada wilayah masing-masing,” jelas Bupati Aan pada poin ketujuh pada surat edaran.

Selanjutnya di poin kedelapan diterangkan bahwa untuk tempat penyelenggaran ibadah selama kegiatan PPKM ini diterbitkan, untuk tetap menegaskan penggunaaan Prokes di masing-masing tempat ibadah.

“Dan, ke Sembilan, sejak peraturan ini dikeluarkan diminta kepada Camat, Kades tidak mengeluarkan rekomendasi kerarnaian dalam bentuk kegiatan apapun,” terang Aan.

Masyarakat diminta untuk mematuhi apa yang termuat dalam surat edaran Bupati Beltim. Karena, sebagaimana penjelasan bupati di poin kesepuluh, bahwa bagi masyarakat dan pelaku usaha yang melanggar atau tidak mengindahkan akan dikenakan Sanksi sesuai dengan Perbup Nomor 44 Tahun 2021 Pasal 15 dan Pasal 16; 11.

Terakhir atau poin kesebelas, “PPKM ini dilaksanakan mengingat sarana prasarana pendukung atas fasilitas kesahatan untuk penanganan COVID -19 masih terbatas dan diminta kepada masyarakat untuk memahami dan mentaati”.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *