Satpol PP Beltim Temukan Arak di Semak-semak Belakang Warkop Tetangga Masjid

by -
Satpol PP Beltim Temukan Arak di Semak-semak Belakang Warkop Tetangga Masjid
Beberapa perugas saat melakukan operasi penertiban Miras di Desa Baru Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Kamis (27/2/2020). Foto: Ist

MANGGAR, JABEJABE.co – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bersama aparat keamanan Pemerintah Desa Baru dan didampingi petugas Dinas Perdagangan Kabupaten Beltim kembali menemukan praktek penyimpanan dan penjualan minuman keras (Miras) jenis arak di wilayah Kecamatan Manggar.

Operasi penertiban dilakukan pada Kamis siang, (27/2/2020), yaitu sekitar pukul 12.00 WIB di sebuah warkop yang berlokasi tidak jauh dari tempat ibadah (masjid) di Desa Baru, Kecamatan Manggar.

Petugas menemukan barang bukti berupa lebih kurang 20 liter Miras jenis arak siap jual yang ditempatkan pada ember plastik bervolume 40 liter. Menurut keterangan saksi, penertiban ini menemukan 10 jerigen kosong ber-volume 20 liter yang terindikasi sebagai bekas penjualan ke tempat lain.

Oleh petugas, barang bukti tersebut ditemukan di semak-semak yang berlokasi sekitar 50 meter di belakang warkop.

Razia ini dipimpin oleh Kasi Ops Gakum Satpol PP Beltim, Hardianto, WHS, SS, dibantu kabid perdagangan, Surianto, S.T.MPSDA , Aparatur Desa Baru Kecamatan Manggar , dan Bhabinkamtibmas Desa Baru.

Operasi ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat maupun ormas sebagai wujud partisipasi publik dalam penyelenggaraan Trantibum Linmas di daerah.

Kasat Pol PP Kabupaten Beltim, Zikril, S.S. mengatakan, operasi penertiban miras jenis arak ini sudah menjadi prioritas jajaran Satpol PP maupun aparat keamanan di wilayah Kabupaten Beltim.

Menurut Zikril, barang bukti beserta saksi langsung diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang ada di Satpol PP Beltim. Kemudian PPNS akan melakukan pemberkasan dan proses penegakan peraturan daerah khususnya No. 5 Tahun 2017 tentang pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol atau pun Perda lain yang terkait.

Untuk kesekian kalinya Zikri mengibau agar masyarakat ikut berpartisipasi mengingatkan atau melaporkan kepada aparat berwenang apabila di keluarga dan lingkungannya terindikasi gangguan ketertiban umum pelanggaran peraturan daerah.

Termasuk di dalamnya, Zikril juga meminta kepada ujung tombak Pemerintahan daerah, seperti halnya Ketua RT dan Kepala Dusun untuk peka terhadap lingkungan masing masing. (rel)

Editor: jb2