Buku “Sang Elang” Diduga Dibajak? Begini Reaksi Penulis

by -
Buku “Sang Elang” H.AS Hanandjoeddin Diduga Dibajak! Begini Reaksi Sang Penulis (1)
Beberapa postingan di toko online yang menjual buku "Sang Elang: Serangkai Kisah Perjuangan H AS Hanandjoeddin di Kancah Revolusi Kemerdekaan RI" dan diduga dibajak.

BELITUNG, JABEJABE.co – Pembajakan buku di Indonesia hampir bisa disebut ‘lumrah’, namun demikian hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Apalagi jenis buku non fiksi, seperti halnya buku-buku sejarah, yang jika diketahui bagaimana kerja keras meriset data dan fakta dalam proses kreatif kepenulisan, seringkali disebut ‘berdarah-darah’.

Kekecewaan itu kini dialami Haril M. Andersen, penulis buku biografi Tokoh Sejarah Belitung; “Sang Elang: Serangkai Kisah Perjuangan H AS Hanandjoeddin di Kancah Revolusi Kemerdekaan RI”.

Baru-baru ini, Haril menulis komentar di akun facebook pribadinya, Kamis (15/4/2021), “Belum hilang rasa lelah kami selama 10 tahun berikhtiar untuk bisa menyusun dan menerbitkan Buku Sang Elang: Serangkai Kisah Perjuangan H AS Hanandjoeddin di Kancah Revolusi Kemerdekaan RI, begitu teganya orang membajak buku ini.”

Dari pantauan jabejabe.co, Haril mengunggah beberapa screenshot gambar dari beberapa toko online yang menjual karyanya.

Masing-masing toko online itu menjual dengan harga yang berbeda. Ada yang Rp75 ribu (Dengan diskon hingga Rp40 ribu), Rp100 ribu (Juga dengan diskon hingga Rp40 ribu), dan Rp95 ribu.

Tak hanya mematok harga yang berbeda. Keterangan yang tertulis toko online tersebut juga menginformasikan bahwa kondisi buku dalam keadaan baru.

“Saya pastikan buku cetakan baru Sang Elang yang dijual di toko online di wilayah Jakarta adalah barang bajakan,” tulis Haril.

Diakui Haril, riset dan penulisan buku setebal 654 halaman itu dimulai tahun 2005 hingga tahun 2014.

Kemudian, ketika buku ini selesai ditulis, tak langsung diterbitkan. Masih menunggu satu tahun.

“Buku ini baru bisa diterbitkan pada tahun 2015,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Sang Elang diterbitkan oleh Yayasan Melati Tanjungpandan pada tahun 2015. Tak sampai setahun, pada bulan September 2015, Sang Elang kembali naik cetakan kedua.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *