Sanem: Alat Swab Belum Disertifikasi, Namun SK RSMJ Sebagai RS Rujukan Covid Sudah dari Awal

by -
Sanem Alat Swab Belum Disertifikasi, Namun SK RSMJ Sebagai RS Rujukan Covid Sudah dari Awal (1)
Bupati Belitung, Sahani Saleh (Sanem).

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Terkait rencana DPRD Kabupaten Belitung yang ingin mengusulkan Panitia Khusus (Pansus) atas pengusutan alat swab di RSUD Marsidi Judono (RSMJ), Bupati Belitung, H. Sahani Saleh menyebutkan SK tersebut sudah ada sejak awal, namun hanya sebagai rumah sakit rujukan.

“Untuk alat swab memang belum (disertifikasi), karena alatnya juga kita baru dapat (pada Juli, Red). Tapi (RSMJ, Red) sebagai rumah sakit rujukan sudah sejak awal (ditetapkan, Red),” kata Sanem, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, dari awal SK itu sudah ada, karena dengan adanya SK yang diberikan ke rumah sakit barulah alat itu bisa dilaksanakan, tanpa itu (SK, Red) alat swab tidak bisa dilaksanakan.

“Dan alat (swab, Red)) itu bantuan dari Menkes. Awal-awal SK itu sudah ada, awalnya rumah sakit rujukan termasuk juga 126 rumah sakit rujukan lainnya,” jelasnya.

Namun untuk alat swab ini tambah Sanem, dikarenakan alat ini datangnya belakangan, yakni pada Bulan JUli 2020, sehingga mungkin belum disertifikasi dalam SK terbaru.

Dikatakan Sanem, untuk hal lain yang menyangkut tentang medis ia tidak terlalu memberikan komentar lebih banyak lagi, dikarenakan ia tidak memahami tentang medis ini.

Lebih lanjut terkait adanya usulan Pansus oleh DPRD Kabupaten Belitung untuk mengusut ini, ia menilai hal tersebut sebagai bentuk dari evaluasi Pemerintah Kabupaten Belitung dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kalau kebijaksanaan untuk mendapatkan kepastian, karena ini dari segi manajemen juga, maupun dari segi pelaksanaan medisnya, juga atau peralatan medis nya itu mungkin hak mereka (DPRD) untuk pansus itu,” sebutnya.

Yang pasti, kata Sanem, pihaknya juga akan ikut mengkrosceknya tentang hal tersebut.

Reporter: Faizal
Editor: sue