Salurkan 560 Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram, Afa: Untuk Apa Ditahan-tahan

by -
Salurkan 560 Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram, Afa, Untuk Apa Ditahan-tahan (1)
Antrian warga untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di pangkalan Afa, Senin (15/2/2021). Foto: Monfox/ jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Sebanyak 560 tabung gas elpiji 3 kilogram (Gas Melon) dijual di Afa Mart Bertempat di jalan Lettu Mad Daud Kampung Parit, Tanjungpandan, (Senin 15/2/2021).

Ratusan masyarakat dari pun rela mengantri di bawah terik matahari demi mendapatkan Gas Melon tersebut. Syaratnya, masyarakat diminta foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Ayun, pemilik Afa Mart mengatakan hari ini, Senin 15 Februari 2021, sebanyak 560 tabung yang dijual kepada masyarakat. Yang mana tabung tersebut diturunkan oleh agen PT. Belitung Petrosindo (PT. BP) ke pangkalan Afa.

“Itu juga ada sebagian masyarakat yang tidak kebagian,” ucap Ayun.

Sebagaimana diinfokan sebelumnya dalam berita di jabejabe.co berjudul “Pertamina Sidak, Pangkalan Terindikasi Timbun Ribuan Tabung Elpiji? Begini Penjelasan Agen”, maka Ayun pun menyangkal terjadinya penimbunan sebagaimana yang dimaksud.

Kepada media ini Ayun mengatakan bahwa berita tersebut tidak benar, sebagaimana sewaktu disidak oleh pihak Pertamina pada Sabtu (13/2/2021) lalu.

“Memang benar ada banyak tabung di gudang, namun itu sebagaian kepunyaan PT. BP yang dititipkan di gudang kita untuk sementara. Namun, sebagian memang ada juga punya kita, itu pun sesuai penyaluran nantinya,” Jelas Ayun yang didampingi istrinya, Afa.

Senada dengan Ayun, Afa pun menguatkan kalimat suaminya, “Iya tabung tersebut punya PT. BP. Agen PT.BP titip ke gudang kami, dan kami hanya menghitung tabung LPG tersebut setelah dikosongkan dari kapal, karena kapal tersebut ada kebocoran.”

Nantinya, imbuh Afa, setelah dihitung akan dibawa lagi ke Agen PT.BP untuk disalurkan ke pangkalan-pangkalan.

“Saya tidak ada niat untuk menimbun. Untuk apa saya menimbun, sedangkan gas tersebut akan dijual kembali. Kami menerima sesuai apa yang disalurkan oleh Agen PT. BP,” kata Afa.

Afa pun berharap kepada masyarakat jangan terlalu men-judge bahwa pihaknya menimbun gas elpiji 3 kilogram.

“Saya tidak ada bermaksud seperti itu. Niat baik hanya Tuhanlah yang tahu,” sebut Afa.

“Mengapa dititipkan di gudang kami? karena untuk mengangkut gas elpiji tersebut menggunakan jasa kapal pengiriman milik kami,” jelasnya.

Kemudian ia lantas mengungkapkan alasan kenapa gas elpiji tersebut belum bisa diantar karena masih merayakan Tahun Baru Imlek.

Jadi, lanjut Afa, kapal mereka mengangkut barang tersebut dan membawa ke gudang untuk dihitung dan ingin dicek lagi.

“Kenapa dicek lagi? Karena kalau ada yang hilang dari pengiriman tersebut maka jadi tanggung jawab kami sebagai jasa angkut kapal,” ujar Afa, “Untuk itu kami harus hitung sesuai pengiriman, nanti kalau hilang bisa-bisa kami yang ganti rugi,” ungkapnya.

Afa juga menyebutkan ada laporan bahwa kapal pengangkut gasnya bocor, dan beberapa tabung gas dibuang ke laut. Tidak hanya tabung gas elpiji 3 kilogram, yang 12 kilogram juga ada yang dibuang ke laut.

Namun menurut Afa, itu semua sudah dikoordinasikan oleh PT.BP ke Pertamina pada waktu ingin mengkosongkan elpiji tersebut dari kapal.

“Jadi sebelumnya, Tri selaku Manager Operasional PT. BP sudah minta izin ke Pertamina Pak Agung, Chat-nya semua ada kok,” beber Afa.

Tidak hanya itu, selaku pemilik pangkalan gas 3 kilogram, Afa merasa dikucilkan oleh masyarakat di group sosial media.

“Padahal kami tidak ada melakukan itu (Penimbunan). Barang datang dari agen langsung kami jual ke masyarakat, untuk apa ditahan-tahan ” tandasnya.***